Bela Ahmadiyah Demi UUD 1945

JAKARTA (SuaraMedia) Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid secara terang-terangan membela keberadaan Ahmadiyah. Pria yang akrab dipanggil Gus Dur itu mengatasnamakan tindakannya demi melindungi kebebasan agama yang dijamin UUD 1945. “Jika Indonesia tidak lagi melindungi kebebasan beragama, maka negara kita ibarat memiliki UUD 1945 tetapi tidak mempunyai gigi dan negara kita tidak mempunyai dasar sama sekali,” ujar Gus Dur dalam talkshow dengan tema Islam Indonesia, Pemilu, dan Perubahan yang diselenggarakan Wahid Institute dan Gatara di Balai Pertemuan Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (16/3/2009).. Karena itu, Gus Dur secara eksplisit menyatakan dukungan kepada kelompok Ahmadiyah. “Saya melindungi Ahmadiyah, karena itu menjadi kekuatan UUD 1945,” ungkapnya. Di sisi lain, mantan Ketua Umum PB Nahdatul Ulama itu menyesalkan tindakan kekerasan yang acapkali dilakukan kelompok-kelompok islam fundamentalis. Padahal secara hukum, tindakan semacam itu jelas dilarang. “Seperti FPI yang didirikan oleh dua jenderal TNI AD dan dua jenderal Kepolisian,” ungkapnya. 17-04-09 (okz) http://www.suaramedia.com


Read More......

Keburukan menyekutukan Tuhan

Dengan menyesal aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keburukan daripada bertumpu kepada sosok lain selain Allah s.w.t. Orang-orang seperti ini menyembah dan merendahkan dirinya kepada sosok lain yang telah menyalakan api kecemburuan Allah yang Maha Agung. Adalah doa orang-orang seperti itu yang ditepiskan oleh Tuhan.
Aku akan memberikan contoh sederhana yang walaupun tidak sepenuhnya benar tetapi mudah dicernanya. Seorang laki-laki terhormat tidak akan bisa mentoleransi perhatian orang lain terhadap istrinya, bahkan ia bisa menganggap istrinya pantas dibunuh sebagaimana banyak contoh dalam masyarakat. Begitu jugalah kecemburuan Ilahi. Ibadah dan doa adalah hak Wujud-Nya sendiri. Dia tidak akan bisa menerima ada sosok lain yang disembah atau dipohon dalam doa. Karena itu ingatlah bahwa kecondongan kepada sosok lain selain Allah s.w.t. sama saja dengan mengaliskan dirinya dari Dia.
Salat dan Ketauhidan, dimana salat merupakan praktek daripada pernyataan akan Ketauhidan Ilahi, tetapi ini pun akan kosong dari berkat dan merupakan hal yang sia-sia jika tidak dilambari perendahan diri serta tidak dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati. (Malfuzat, vol. I, hal. 167-168).

Dengan menyesal aku tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan keburukan daripada bertumpu kepada sosok lain selain Allah s.w.t. Orang-orang seperti ini menyembah dan merendahkan dirinya kepada sosok lain yang telah menyalakan api kecemburuan Allah yang Maha Agung. Adalah doa orang-orang seperti itu yang ditepiskan oleh Tuhan.
Aku akan memberikan contoh sederhana yang walaupun tidak sepenuhnya benar tetapi mudah dicernanya. Seorang laki-laki terhormat tidak akan bisa mentoleransi perhatian orang lain terhadap istrinya, bahkan ia bisa menganggap istrinya pantas dibunuh sebagaimana banyak contoh dalam masyarakat. Begitu jugalah kecemburuan Ilahi. Ibadah dan doa adalah hak Wujud-Nya sendiri. Dia tidak akan bisa menerima ada sosok lain yang disembah atau dipohon dalam doa. Karena itu ingatlah bahwa kecondongan kepada sosok lain selain Allah s.w.t. sama saja dengan mengaliskan dirinya dari Dia.
Salat dan Ketauhidan, dimana salat merupakan praktek daripada pernyataan akan Ketauhidan Ilahi, tetapi ini pun akan kosong dari berkat dan merupakan hal yang sia-sia jika tidak dilambari perendahan diri serta tidak dilaksanakan dengan tekun sepenuh hati. (Malfuzat, vol. I, hal. 167-168).
* * *
Penyekutuan Tuhan bisa berbentuk banyak macam dan disebut sebagai syirik. Jelas terdapat syirik dalam agama Hindu, Kristen, Yahudi dan para penyembah berhala, dimana manusia, batu, benda mati lainnya atau sifat-sifat dan dewa-dewa fiktif disembah sebagai Tuhan. Meskipun sekarang ini zaman pencerahan dan pendidikan serta logika mulai menjauhinya, namun bentuk syirik ini masih banyak terdapat di dunia. Kebanyakan manusia menganggap ketololan seperti ini sebagai bagian dari agama nasional mereka, walaupun sebenarnya di dalam hati mereka mulai menolaknya. Hanya saja ada sejenis syirik lain yang menyebar secara tersembunyi seperti racun dan pada masa ini berkembang luas yaitu bentuk ketidakpercayaan dan menolak ketergantungan kepada Allah yang Maha Kuasa.
Kami tidak ada mengatakan, dan juga bukan bagian dari agama kami, bahwa yang namanya sarana harus dibuang sama sekali. Allah s.w.t. sendiri telah menganjurkan pemanfaatan sarana dan jika sarana tidak dimanfaatkan sepenuh kemampuannya maka hal itu dianggap sebagai mencederai citra fitrat manusia dan mengecilkan arti karunia Ilahi. Kalau sarana ditinggalkan sama sekali maka hal itu berarti semua sifat dan fitrat yang telah dikaruniakan kepada manusia akan jadi menganggur tidak berguna, dan hal ini sama saja dengan menganggap kinerja Tuhan sebagai suatu yang sia-sia tak berguna. Karena itulah kami tidak ada mengatakan, dan juga bukan bagian dari agama kami, bahwa yang namanya sarana harus dibuang sama sekali.
Pemanfaatan sarana sampai dengan batasnya yang pantas adalah suatu hal yang perlu. Sarana juga dibutuhkan untuk kehidupan di akhirat. Melaksana¬kan perintah Allah s.w.t., menjauhi dosa dan melakukan amal saleh semuanya dilakukan dengan tujuan agar kita nyaman hidup di dunia maupun di akhirat. Amal saleh dengan demikian merupakan substitusi daripada sarana. Tuhan tidak pernah melarang pemanfaatan sarana untuk memehuhi kebutuhan duniawi. Seorang pegawai negeri harus melaksanakan tugas-tugasnya, seorang petani harus menyibukkan dirinya dengan pengelolaan pertanian, seorang buruh harus melaksanakan kerjanya sehingga mereka semuanya bisa memenuhi kewajiban yang terhutang oleh mereka kepada keluarga, anak-anak dan diri mereka sendiri. Semua ini bisa dibenarkan sampai suatu limit yang pantas dan memang tidak dilarang, tetapi jika melampaui batas tersebut maka berarti seseorang telah meletakkan kepercayaannya kepada sarana dan hal itu menjadikan yang bersangkutan berlaku syirik yang akan menjauhkan dirinya dari tujuan hidup yang sebenarnya.
Sebagai contoh, jika ada orang yang mengatakan bahwa kalau bukan karena suatu faktor tertentu ia akan mati kelaparan, atau kalau bukan karena suatu kekayaan atau jabatan ia akan miskin, atau kalau bukan karena adanya seorang sahabat ia akan mengalami mala petaka, semuanya itu merupakan hal yang tidak disukai oleh Allah s.w.t. Dia tidak akan berkenan pada orang yang terlalu mengandalkan kekayaan, sahabat atau sarana lainnya dan orang itu akan melenceng menjauh dari Allah s.w.t.. Hal ini merupakan syirik dalam bentuknya yang amat berbahaya dan amat bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dimana Allah s.w.t. berfirman:

“Di langit ada rezeki bagi kamu dan juga apa yang dijanjikan kepada kamu”. (S.51 Adz-Dzariyat:23)
sebagaimana juga firman-Nya:

“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Dia memadai baginya”. (S.65 Ath-Thalaq:4)
serta firman:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia akan membuat baginya suatu jalan keluar, dan Dia akan memberikan rezeki kepadanya dari mana tidak pernah ia menyangka”. (S.65 Ath-Thalaq:3-4).

Begitu pula dengan firman-Nya:

“Dia melindungi orang-orang saleh”. (S.7 Al-Araf:197).
Kitab Suci Al-Qur’an penuh dengan ayat-ayat yang menyatakan Allah s.w.t. adalah Penjaga dan pemelihara para orang saleh. Kalau kemudian manusia bergantung kepada sarana dan yakin kepadanya, berarti ia telah mengenakan beberapa sifat Tuhan kepada sarana dimaksud dan menjadikannya sebagai sembahan lain di samping Tuhan-nya.

Dalam hal ini ia telah condong kepada perbuatan syirik. Mereka yang condong atau mengabdi kepada pejabat-pejabat negara dan dari sana lalu memperoleh anugrah dan gelar, akan menghormati para pejabat itu sebagaimana ia menghormati Tuhan dan dengan cara demi¬kian sama saja dengan telah menyembah mereka. Hal demikian menafikan Ke-Esaan Tuhan dan melencengkan manusia dari tujuan haqiqinya serta melontarkannya ke luar jalur jauh sekali. Para Rasul Allah selalu mengajarkan agar jangan ada konflik di antara Ketauhidan dengan sarana material dimana masing-masing harus berada di posisinya yang benar, sedangkan akhir segalanya adalah Ke-Esaan. Para Rasul mengajarkan kepada umat manusia bahwa semua kemuliaan, keselesaan dan kepuasan datangnya dari Allah s.w.t. Jika ada sesuatu lainnya yang ditegakkan bertentangan dengan Dia maka akan timbul konflik dimana salah satu akan rusak. Ketauhidan Ilahi harus selalu dimenangkan. Sarana memang boleh digunakan tetapi tidak patut diagungkan.

Keimanan kepada Ketauhidan Ilahi akan melahirkan kecintaan kepada Allah yang Maha Perkasa ketika manusia menyadari bahwa semua kesialan dan keberuntungan ada di Tangan-Nya, bahwa hanya Dia-lah yang Maha Pengasih dan setiap partikel hanya datang daripada-Nya tanpa intervensi siapa pun. Ketika seorang manusia berhasil mencapai tingkatan suci ini maka ia akan diakui sebagai seorang yang beriman kepada Ketauhidan Ilahi. Salah satu persyaratan dari keimanan kepada Ketauhidan Ilahi adalah tidak akan menyembah batu, manusia lainnya atau benda apa pun, bahkan seharusnya merasa jijik atas tindakan demikian. Syarat kedua adalah tidak terlalu melebih¬-lebihkan pentingnya sarana material. Syarat ketiga, manusia bersangkutan harus menafikan ego dan tujuannya sendiri. Seringkali manusia merasa kemampuan sifat dan fisik dirinya amat hebat sehingga membayang¬kan bahwa ia telah berhasil mencapai suatu kemaslahatan dengan dayanya sendiri. Ia demikian mengandalkan kemampuan dirinya sendiri sehingga mensifatkan semua keberhasilan atas kemampuannya tersebut. Keimanan haqiqi pada Ketauhidan Ilahi akan bisa dicapai jika seseorang juga menafikan kemampuan dirinya sendiri. (Malfuzat, vol. III, hal. 79-82).
* * *
Doktrin agama Kristen menyatakan bahwa mereka yang tidak mengimani Trinitas dan tidak menerima penebusan Yesus, maka mereka ini akan masuk neraka untuk selama-lamanya. Sikap membatasi Tuhan yang Maha Tidak Terbatas dengan menyekutukan-Nya melalui tiga atau empat sekutu lalu menganggap masing-masing unsur sebagai suatu yang sempurna, tetapi tetap saja memerlukan bantuan satu sama lain, adalah perbuatan syirik. Menyata¬kan bahwa pada awalnya Tuhan adalah Firman18 dan bahwa Firman itu lalu turun ke dalam rahim Maryam dan dari sana memperoleh bentuk dari darahnya, untuk kemudian dilahirkan dengan cara yang sama sebagaimana manusia lainnya, mengalami semua penyakit semasa kanak-kanak dan setelah dewasa lalu ditangkap dan disalibkan, adalah perbuatan syirik yang menjijikkan karena telah mempertuhan seorang manusia. Tuhan tidak memerlukan turun ke rahim seorang wanita hanya untuk memperoleh kerangka tubuh manusia untuk kemudian ditangkap oleh para musuh-Nya. Fitrat manusia menolak anggapan bahwa Tuhan harus melalui penderitaan demikian mengingat Dia adalah Penguasa segala Keagungan dan tidak bisa menerima bahwa sumber semua kemuliaan itu harus mengalami pelecehan demikian rupa. Umat Kristiani sendiri mengakui bahwa perendahan harkat Tuhan seperti itu baru kali itulah terjadi dan sebelumnya Dia tidak pernah dihinakan. Sebelumnya tidak pernah terjadi bahwa Tuhan harus mendapat bentuk di dalam rahim seorang wanita sebagaimana halnya dengan sperma. Sejak pertama manusia mengenal nama Tuhan, tidak pernah terjadi bahwa Dia harus dilahirkan dari seorang wanita sebagaimana halnya anak manusia. Penganut agama Kristen mengakui semua hal tersebut di atas dan juga mengakui kalau tiga sekawan dalam posisi Ketuhanan tersebut pada awalnya tidak terpisah dalam tiga entitas. Lalu tiba-tiba sekitar 1896 tahun yang lalu dirasa perlu tercipta tiga wujud bagi ketiga anggota persekutuan tersebut. Format sang bapak adalah seperti Adam karena Tuhan menciptakan Adam menurut rancangan gambar-Nya (Kejadian 1:27), sedangkan sang putra dimunculkan dalam bentuk Yesus (Yohanes 1:1), adapun Rohulkudus mengambil bentuk seekor burung merpati (Matius 3:16). Dalam pandangan umat Kristiani, perwujudan ketiga tuhan itu memang berwujud secara abadi, memiliki pengejawantahan yang terpisah satu sama lainnya secara abadi, namun ketiganya secara gabungan disebut Tuhan yang satu. Bagaimana caranya memahami bahwa ketiga entitas itu adalah satu namun memiliki jasad samawi terpisah. Misalnya pun kita satukan pendeta Dr. Martyn Clarke, Pastor Imaduddin dan Pastor Thakar Dass menjadi satu kesatuan yang berfitrat tiga, maka dapat dipastikan bahwa misalnya pun ketiga orang itu diremuk menjadi satu dan sel-sel tubuh mereka dipercampurkan, tetap saja menjadikan satu wujud dari apa yang sebelumnya tiga adalah suatu hal yang mustahil.
Rasanya tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa ketiga tuhan-tuhan umat Kristen ini adalah seperti tiga orang anggota dewan dan semua keputusan dilakukan secara musyawah atau voting, seolah-olah lembaga Ketuhanan merupakan bentuk pemerintahan republik dan Tuhan tidak bisa melaksanakan pemerintahan sendirian dan harus bergantung pada keputusan dewan. Singkat kata, dapat disimpulkan bahwa tuhan umat Kristen adalah tuhan majemuk itu. (Anjam Atham, Qadian, Ziaul Islam Press; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 11, hal. 34-36, London, 1984).
* * *
Agama Kristen tidak mengenal Ketauhidan Ilahi. Umat Kristen telah berpaling dari Tuhan yang benar dan telah mencipta tuhan baru yang sebenarnya putra seorang wanita Israel. Apakah tuhan baru ini memiliki kadar sama dalam sifat kuasanya sebagaimana Allah yang Maha Agung? Sejarah hidupnya sendiri sayangnya menggambarkan hal yang sebaliknya. Kalau benar ia kuasa maka tak mungkin ia akan disiksa oleh umat Yahudi, tidak akan dipenjarakan oleh bangsa Roma dan tidak juga lalu disalibkan. Ketika umat Yahudi itu menantangnya untuk turun dari atas salib agar mereka bisa beriman kepadanya, mestinya ia langsung turun, namun ia tidak ada memperlihatkan kekuasaannya. Adapun mengenai mukjizat-mukjizat yang dilakukannya, nyatanya masih lebih sedikit dibanding Nabi-nabi lain. Sebagai contoh, kalau umat Kristiani mau membandingkan mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Elia sebagaimana dirinci dalam Kitab Injil yang antara lain mencakup menghidup¬kan kembali orang mati, dibanding dengan mukjizat yang dilakukan Yesus putra Maryam, maka mereka akan mengakui bahwa mukjizat Nabi Elia itu lebih akbar dan lebih banyak daripada mukjizat Yesus. Kitab Injil berulangkali menceritakan bagaimana Yesus mengusir ruh setan dari penderita epilepsi (ayan) dan hal ini dianggap sebagai mukjizat akbar. Hal itu menjadi bahan tertawaan para pakar terpelajar sekarang ini karena mereka mengetahui bahwa epilepsi itu adalah akibat dari adanya kelemahan dalam struktur otak manusia, serta tidak ada hubungannya dengan ruh setan.
Tidak kelahiran Yesus dan tidak juga dari antara mukjizat yang dilakukannya yang bisa dikemukakan sebagai bukti ketuhanannya. Allah s.w.t. mengungkap¬kan kelahiran Yohanes Pembaptis bersamaan dengan kelahiran Yesus sendiri dengan tujuan bahwa sebagaimana kelahiran luar biasa Yohanes tidak menjadikannya keluar dari kategori manusia biasa, maka kelahiran Yesus putra Maryam pun tidak menjadikannya sebagai Tuhan. Yesus tidak ada memiliki kekuasaan luar biasa. Beliau adalah seorang rendah hati, punya sifat berupa kelemahan manusiawi serta kurangnya pengetahuan. Injil mengemuka¬kan bahwa beliau tidak ada memiliki pengetahuan mengenai yang tersembunyi, beliau mendatangi pohon ara untuk memakan buahnya tanpa menyadari bahwa pohon itu sedang tidak berbuah. Beliau mengakui tidak mengetahui apa pun mengenai Hari Penghisaban, padahal kalau beliau itu tuhan mestinya tahu. Beliau tidak ada memiliki sifat-sifat Ilahi dan tidak ada sesuatu apa pun di diri beliau yang tidak terdapat pada diri orang lain. Umat Kristen pun mengakui bahwa beliau bisa mati, alangkah menyedih¬kannya bagi suatu agama jika tuhan mereka bisa saja mati. Meski dikatakan bahwa beliau dibangkitkan kembali setelah kematian, rasanya ahl itu tidak memberi¬kan keselesaan. Kita tidak bisa mengandalkan diri kepada sesuatu yang nyawanya setiap saat bisa lepas. (Nasimi Dawat, Qadian, Ziaul Islam Press, 1903; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 19, hal. 378-382, London, 1984).
* * *
Apa gunanya sesembahan atau tuhan yang kemampuannya menurun seperti karakteristik orang yang sudah mulai uzur? Apa perlunya kita dengan tuhan yang tidak bisa mengampuni dosa-dosa hambanya sampai setelah ia didera, diludahi, dipenjarakan untuk terakhir disalibkan? Kami ini tidak bisa menerima sosok tuhan yang bisa dikalahkan oleh bangsa Yahudi yang rendah akhlak dimana mereka sendiri telah kehilangan kerajaan mereka. Kami hanya beriman kepada Allah yang Maha Benar yang telah mengangkat seorang yang miskin dan lemah dari Mekah sebagai Rasul-Nya dan memanifestasikan Kekuatan dan Keagungan-Nya pada masa yang sama kepada seluruh dunia. Ketika Shah Iran mengirim asykarnya untuk menangkap Hadzrat Rasulullah s.a.w., Allah yang Maha Kuasa memerintahkan kepada beliau untuk memberitahukan para asykar tersebut bahwa Tuhan beliau telah membunuh tuhan mereka.
Agar dicermati disini bahwa di satu sisi ada seseorang yang dipertuhan telah ditangkap dan dipenjarakan oleh bangsa Roma sedangkan doanya sepanjang malam kelihatannya tidak dikabulkan, sedangkan di sisi lain adalah satu sosok manusia yang mengaku hanya sebagai seorang Rasul tetapi Allah yang Maha Kuasa malah menghancurkan raja-raja yang menentang beliau.
Bagi mereka yang mencari kebenaran, cermatilah pribahasa yang menyatakan: “Berkawanlah dengan mereka yang bersifat agung, agar engkau pun terbawa menjadi agung.”. Apa gunanya bagi kita agama yang sudah mati, serta manfaat apa yang bisa didapat dari Kitab yang kadaluwarsa dan rahmat apa yang bisa dianugrahkan oleh sosok tuhan yang sudah mati? (Chasmai Masihi, Qadian Magazine Press, 1906; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 20, hal. 353, London, 1984).
* * *
Apa yang umat Kristen coba tablighkan kepada kita adalah suatu kaidah yang bermutu rendah dan memalukan. Bagaimana nalar bisa menerima bahwa seorang makhluk yang lemah yang memiliki sifat-sifat manusia biasa, lalu disembah sebagai tuhan? Bisakah nalar menerimakan bahwa makhluk lainnya boleh mencambuki Pencipta mereka, bahwa para hamba Tuhan harus meludahi wajah Tuhan yang Maha Kuasa, menangkapnya dan menyalibkannya ke kayu salib sebagai sosok yang sama sekali tidak mempunyai kuasa apa pun? Bagaimana kita bisa menerima bahwa seseorang yang menyebut dirinya Tuhan tetapi terpaksa berdoa sepanjang malam memohon kelepasan, dan itu pun kelihatannya doanya tidak langsung dikabulkan? Bisakah batin kita menerimakan bahwa seorang tuhan juga perlu bermukim sembilan bulan di dalam rahim seorang wanita dan memperoleh kehidupan dari darah ibunya untuk kemudian lahir dengan tangisan melalui saluran peranakan wanita yang biasa? Bisakah seorang yang berakal menerima pandangan bahwa setelah suatu periode waktu yang demikian panjang, lalu Tuhan harus terpaksa mewujud dalam suatu tubuh, sebagian dari diri-Nya mengambil bentuk seorang manusia dan bagian lainnya berbentuk burung merpati, dimana ketiga wujud ini lalu menjadi belenggu diri-Nya sepanjang masa? (Kitabul Bariyah, Qadian, Ziaul Islam Press, 1898; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 13, hal. 86-87, London, 1984).

oleh Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Jemaat Ahmadiyah


Read More......

Kemuliaan Akhlak Muhammad Rasulullah saw.

Nabi-nabi dan para orang suci dibangkitkan Allah s.w.t. agar manusia bisa mencontoh perilaku akhlak mereka serta membimbing manusia bersiteguh di jalan yang benar sejalan dengan petunjuk Tuhan. Jelas bahwa mereka selalu memperlihatkan sifat-sifat akhlak yang mulia pada saatnya yang tepat sehingga bisa dicapai tingkat efektivitas yang terbaik. Sebagai contoh, sifat memaafkan adalah suatu hal yang patut dipuji ketika ia yang teraniaya lalu memiliki kekuatan untuk membalas dendam namun tidak dilakukannya. Kesalehan adalah sifat yang baik kalau dilaksanakan ketika seseorang memiliki segalanya untuk memuaskan dirinya.

Rencana Tuhan berkaitan dengan para Nabi dan orang-orang suci adalah agar mereka itu memperlihatkan dan menegakkan semua bentuk dari sifat-sifat akhlak yang mulia. Guna memenuhi rencana demikian maka Allah s.w.t. membagi kehidupan mereka dalam dua bagian. Bagian pertama kehidupan mereka dilalui dalam kesengsaraan dan berbagai penderitaan dimana mereka itu disiksa dan dianiaya, dimana melalui tahapan ini mereka akan memperlihatkan akhlak luhur yang hanya bisa dikemukakan pada saat keadaan sedang sulit. Bila mereka ini tidak diharuskan menjalani kesulitan yang besar maka sukar untuk menegaskan bahwa mereka benar-benar tetap setia kepada Tuhan-nya dalam segala kesulitan serta tetap bersiteguh maju terus dalam upayanya. Mereka bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa bahwa mereka telah dipilih-Nya sebagai sosok yang patut teraniaya di jalan Allah.
Tuhan yang Maha Agung mendera mereka dengan segala cobaan agar terlihat jelas bagaimana manifestasi keteguhan hati dan kesetiaan mereka kepada Tuhan mereka. Dalam hal ini sebagaimana dalam peribahasa, nyata bahwa keteguhan hati itu lebih tinggi nilainya daripada mukjizat. Keteguhan hati yang sempurna tidak akan terlihat jika tidak ada kesulitan besar yang dihadapi dan hanya bisa dihargai jika orang tahu bahwa yang bersangkutan memang telah mengalami goncangan yang dahsyat. Semua musibah tersebut merupakan berkat ruhani bagi para Nabi dan orang-orang suci karena melalui hal itulah sifat-sifat mulia mereka yang tidak ada tandingannya menjadi nyata dan derajat mereka akan ditinggikan di akhirat.
Bila mereka tidak ada mengalami cobaan yang berat maka mereka tidak akan memperoleh berkat-berkat tersebut, tidak juga sifat mulia mereka menjadi tampak kepada umat manusia. Keteguhan hati, kesetiaan dan keberanian mereka tidak akan diakui secara universal. Mereka itu menjadi tiada tara dan tanpa tandingan serta demikian berani dan sempurna sehingga masing-masing dari mereka itu sepadan dengan seribu singa yang berada dalam satu tubuh atau seribu harimau dalam satu kerangka. Dengan cara demikian itulah kekuatan dan kekuasaan mereka menjadi suatu yang diagungkan dalam pandangan manusia dan mereka mencapai tingkatan tinggi dalam kedekatan kepada Allah s.w.t.
Bagian kedua dari kehidupan para Nabi dan orang-orang suci adalah saat kemenangan, derajat mulia dan kekayaan dilimpahkan kepada mereka dimana pada saat itu pun mereka akan memperlihatkan akhlak mulia mereka yang memang efektif pada saat mereka menggenggam kemenangan, kekayaan dan kekuasaan. Mengampuni mereka yang tadinya menyiksa, bersabar hati terhadap para penganiaya, mencintai musuh, tidak mencintai kekayaan atau bangga terhadapnya, membuka gerbang berkat dan kemurahan hati, tidak menjadikan kekayaan sebagai sarana pemuas diri, tidak menjadikan kekuasaan sebagai alat penindasan, semuanya itu merupakan sifat-sifat mulia dengan persyaratan bahwa yang bersangkutan memang sedang memiliki kekuasaan dan kekayaan. Para Nabi dan orang-orang suci itu malah akan memperlihatkan semua sifat mulia itu saat mereka telah memiliki kekuasaan dan kekayaan.
Kedua bentuk sifat-sifat akhlak mulia tersebut tidak mungkin dimanifestasi¬kan tanpa melalui tahapan kesulitan dan cobaan serta tahapan kekuasaan dan kemakmuran. Kebijaksanaan yang sempurna dari Allah s.w.t. mengharuskan bahwa para Nabi dan orang-orang suci diberikan kedua bentuk kesempatan tersebut yang sebenarnya merupakan realisasi ribuan berkat. Hanya saja urut-urutan dari kondisi demikian tidak akan sama bagi setiap orang. Kebijakan Ilahi menentukan bahwa beberapa orang akan mengalami periode kedamaian dan kenyamanan mendahului periode kesulitan, sedangkan pada yang lainnya dimulai dengan periode kesulitan sebelum datangnya pertolongan Tuhan. Dalam beberapa kejadian, kondisi demikian tidak terlalu jelas perbedaannya sedangkan pada yang lainnya dimanifestasikan secara sempurna.
Berkaitan dengan hal ini yang paling menonjol adalah Hadzrat Rasulullah s.a.w. karena kedua kondisi itu dikenakan secara sempurna atas wujud beliau sedemikian rupa sehingga sifat akhlak beliau menjadi bersinar cemerlang laiknya matahari, dan semua itu tercermin dalam ayat:

“Sesungguhnya engkau benar-benar memiliki akhlak luhur”. (S.68 Al-Qalam:5).
Jika dinilai bahwa Hadzrat Rasulullah s.a.w. adalah sempurna di dalam kedua bentuk sifat akhlak melalui pembuktian di atas, maka melalui itu dibuktikan juga keluhuran akhlak para Nabi-nabi lainnya dan dengan demikian telah meneguhkan Kenabian mereka, kitab-kitab yang mereka bawa serta kenyataan bahwa mereka semua adalah kekasih Allah s.w.t. Pendapat ini memupus keberatan sebagian orang akan akhlak Nabi Isa a.s. yang dianggap tidak cukup sempurna menghadapi kedua kondisi tersebut. Memang benar bahwa Nabi Isa a.s. menunjukkan keteguhan hati dalam keadaan kesulitan, hanya saja bentuk kesempurnaan akhlak tersebut baru akan terlihat sempurna jika saja pada saat itu Nabi Isa memperoleh kekuasaan dan keunggulan di atas para penganiaya beliau dan beliau kemudian mengampuni mereka dari lubuk hati yang paling dalam sebagaimana halnya perlakuan Hadzrat Rasulullah s.a.w. terhadap penduduk Mekah saat kota itu takluk kepada umat Islam. Penduduk kota Mekah memperoleh pengampunan penuh kecuali beberapa orang yang ditetapkan Tuhan harus menjalani hukuman karena kejahatan mereka yang luar biasa.
Hadzrat Rasulullah s.a.w. setelah mencapai kemenangan malah mengumumkan:
?? ????? ????? ???? ?
“Tidak akan ada yang menyalahkan kalian pada hari ini.”.
Karena adanya pengampunan demikian yang semula dianggap mustahil dalam pandangan para musuh beliau, dimana tadinya mereka merasa patut dihukum mati atas segala kejahatan mereka, maka beribu-ribu orang lalu baiat ke dalam agama Islam dalam jangka waktu bilangan jam saja.
Keteguhan hati Hadzrat Rasulullah s.a.w. yang diperlihatkan dalam jangka waktu panjang di bawah penganiayaan mereka, di mata mereka menjadi cemerlang bercahaya seperti matahari. Sudah menjadi fitrat manusia bahwa keagungan dari keteguhan hati seseorang menjadi nyata saat yang bersangkutan mengampuni para penganiayanya ketika ia kemudian memperoleh kekuasaan di atas mereka. Karena itulah sifat luhur akhlak Nabi Isa a.s. di bidang keteguhan, kelemah-lembutan dan daya tahan tidak terlihat sepenuhnya dimana tidak jelas apakah keteguhan sikapnya itu karena pilihan sendiri atau memang karena terpaksa. Nabi Isa a.s. tidak sempat memperoleh kekuasaan di atas para penganiaya beliau sehingga tidak bisa dibuktikan apakah beliau memang kemudian akan mengampuni para musuhnya atau memilih mengambil pembalasan dendam atas diri mereka itu.

Berbeda dengan keadaan Nabi Isa a.s., sifat mulia dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. telah diperlihatkan dalam ratusan kejadian dan kenyataannya bersinar terang seperti sang surya. Sifat-sifat seperti murah hati, welas asih, pengurbanan, keberanian, kesalehan, kepuasan hati atas apa yang ada serta menarik diri dari duniawi, semuanya itu jelas sekali pada sosok Nabi Suci s.a.w. dibanding dengan Nabi-nabi lainnya. Allah yang Maha Kaya menganugerahkan harta benda yang amat banyak kepada Hadzrat Rasulullah s.a.w. dan beliau membelanjakan nya semua di jalan Allah dan tidak ada sekeping mata uang pun yang digunakan untuk kepuasan diri sendiri. Beliau tidak ada mendirikan bangunan megah atau istana untuk diri sendiri dan tetap saja hidup di sebuah gubuk tanah liat yang tidak berbeda dengan rumah kediaman umat yang paling miskin. Beliau berlaku welas asih terhadap mereka yang tadinya menganiaya beliau serta menolong mereka dengan daya sarana milik beliau sendiri. Beliau tinggal di sebuah gubuk tanah liat, tidur di lantai serta makan dari roti gandum yang kasar atau puasa jika tidak ada apa-apa. Beliau dikaruniai kekayaan dunia dalam jumlah amat besar tetapi beliau tidak mau mengotori tangan beliau dengan harta itu dan tetap memilih hidup miskin daripada kemewahan serta kelemah-lembutan daripada kekuasaan. Dari sejak hari pertama beliau diutus sampai dengan saat beliau kembali kepada Tuhan beliau di langit, beliau tidak pernah menganggap penting apa pun selain Allah s.w.t. Beliau memberikan bukti keberanian, kesetiaan dan keteguhan hati di medan perang menghadapi ribuan musuh dimana maut mengintai selalu, semata-mata hanya karena Allah. Singkat kata, Allah yang Maha Agung memanifestasikan sifat-sifat mulia beliau seperti welas asih, kesalehan, kepuasan atas apa yang ada, keberanian dan segala hal yang berkaitan dengan kecintaan kepada Allah s.w.t. yang padanannya belum pernah ada pada masa sebelum beliau dan tidak akan pernah ada lagi setelah beliau.
Berkaitan dengan Nabi Isa a.s., sifat akhlak mulia tersebut tidak jelas dimanifestasikan karena hal seperti itu baru akan nyata jika seseorang kemudian memperoleh kekayaan dan kekuasaan, dan hal itu tidak ada terjadi pada diri Nabi Isa a.s. Pada keadaan beliau ini, kedua bentuk sifat akhlak tersebut tetap tinggal tersembunyi karena kondisi untuk manifestasinya tidak ada. Namun keberatan yang dianggap sebagai kekurangan pada diri nabi Isa a.s. tersebut telah ditimbali dengan contoh sempurna dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. karena contoh yang dikemukakan Nabi Suci s.a.w. telah menyempurna¬kan dan melengkapi kekurangan pada Nabi-nabi lain sehingga apa yang semula meragukan sekarang telah jadi jelas. Wahyu dan Kenabian berakhir di sosok yang mulia ini karena semua keluhuran telah mencapai puncaknya dalam diri beliau. Semua ini merupakan rahmat Allah s.w.t. yang dikaruniakan kepada siapa yang dipilih-Nya. (Barahin Ahmadiyah, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 1, hal. 276-292, London, 1984).
* * *
Allah yang Maha Agung telah membagi kehidupan Nabi kita Hadzrat Rasulullah s.a.w. dalam dua bagian, yaitu bagian pertama yang merupakan periode kegetiran, kesulitan dan penderitaan, sedangkan bagian berikutnya adalah ketika tiba masa kemenangan. Selama masa penderitaan akan muncul sifat-sifat akhlak beliau yang sesuai dengan masa tersebut, sedangkan pada waktu tiba masa kejayaan dan kekuasaan, maka muncul akhlak mulia beliau yang tidak akan jelas nyata jika tidak dilambari latar belakang kedigjayaan. Dengan demikian kedua bentuk sifat akhlak mulia beliau menjadi nyata karena melalui kedua periode masa seperti itu.
Dengan membaca sejarah tentang masa kesulitan beliau di Mekah yang berlangsung selama tigabelas tahun, kita bisa melihat secara nyata bagaimana beliau memperlihatkan akhlak seorang muttaqi yang sempurna di dalam masa kesulitan yaitu meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada Allah s.w.t. tanpa mengeluh sama sekali, tidak mengendurkan pelaksanaan tugas beliau, tidak takut kepada siapa pun, semuanya itu dilakukan sedemikian rupa sehingga para orang kafir pun menjadi beriman karena menyaksikan keteguhan hati yang demikian rupa dan menyadari bahwa jika seseorang tidak memiliki keimanan yang demikian kuat, mustahil yang bersangkutan akan dapat menanggung penderitaan tersebut dengan keteguhan hati.
Ketika tiba masa kemenangan, kekuasaan dan kemakmuran, lalu muncul sifat akhlak mulia Hadzrat Rasulullah s.a.w. yang lain yang berbentuk pengampunan, kemurahan hati dan keberanian yang diperlihatkan sedemikian sempurna sehingga sejumlah besar orang kafir lalu beriman kepada beliau. Beliau memaafkan mereka yang telah menganiaya beliau dan memberikan keamanan kepada mereka yang telah mengusir beliau dari Mekah serta menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Justru setelah menggenggam tampuk kekuasaan di atas para musuh, beliau malah mengampuni mereka. Banyak orang yang menyaksikan akhlak mulia beliau menyatakan bahwa hanya orang yang muttaqi dan datang sebagai utusan Tuhan saja yang mungkin bisa memiliki akhlak demikian. Itulah sebabnya sisa-sisa rasa permusuhan para lawan beliau langsung menghilang. Akhlak mulia beliau juga dinyatakan oleh Kitab Suci Al-Qur’an dalam ayat:

“Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan pengorbananku dan kehidupanku serta kematianku adalah semata-mata untuk Allah, Tuhan semesta alam"“. (S.6 Al-Anaam:163).
Berarti seluruh hidup beliau telah diikrarkan bagi manifestasi keagungan Tuhan serta memberikan kenyamanan kepada para makhluk-Nya agar melalui kewafatan beliau mereka semua itu akan memperoleh kehidupan.
(Islami Usulki Philosophy, Ruhani Khazain, vol. 10, hal. 447-448, London, 1984).
* * *
Yang tertinggi dari segala kehormatan adalah kehormatan dari Hadzrat Rasululah s.a.w. yang telah mempengaruhi keseluruhan dunia Islam. Kehormatan beliau telah menghidupkan kembali dunia ini. Di tanah Arab pada masa beliau, perzinahan, permabukan dan perkelahian menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Hak azasi manusia sama sekali terabaikan. Tidak ada rasa welas asih sama sekali terhadap sesama umat manusia. Bahkan hak dari Allah s.w.t. juga telah diingkari orang sama sekali. Bebatuan, pepohonan dan bintang-bintang diimbuhi dengan sifat-sifat samawi. Berbagai bentuk syirik berkembang luas di masyarakat. Tidak hanya wujud manusia, bahkan alat kelaminnya (genitalia) pun juga disembah. Seseorang yang berpikiran waras jika melihat keadaan demikian walaupun hanya sesaat, ia akan menyimpulkan adanya kegelapan, kefasikan dan penindasan sedang merajalela. Kelumpuhan biasanya menyerang satu sisi, tetapi ini adalah kelumpuhan yang menghantam kedua sisi (jiwa dan raga). Seluruh dunia terkesan sudah membusuk. Tidak ada kedamaian sama sekali baik di muka bumi atau pun di lautan.
Hadzrat Rasulullah s.a.w. muncul dalam abad kegelapan dan kehancuran demikian dan beliau kemudian memperbaiki secara sempurna kedua sisi perimbangan dan menegakkan kembali hak-hak Tuhan serta hak-hak manusia di posisinya yang tepat. Kekuatan moril dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. dengan demikian bisa diukur dengan melihat kondisi masa tersebut. Penganiayaan yang ditimpakan kepada beliau dan para pengikut beliau serta perlakuan beliau terhadap para musuh ketika beliau telah memperoleh kemenangan atas mereka telah menunjukkan betapa luhurnya derajat beliau.
Tidak ada jenis siksaan lain yang belum pernah ditimpakan oleh Abu Jahal dan kawan-kawannya terhadap Nabi Suci s.a.w. dan para sahabat beliau. Wanita-wanita Muslim disiksa dengan cara mengikat kaki mereka masing-masing kepada dua unta yang dihalau ke arah berlawanan sehingga tubuh mereka terbelah dua, padahal kesalahan mereka hanya karena beriman kepada Ke-Esaan Tuhan dan menyatakan:
????? ??????? ??????? ? ????
Beliau memikul semua penderitaan dengan keteguhan hati, tetapi pada waktu Mekah ditaklukkan, beliau malah mengampuni para musuh tersebut dan menenteramkan mereka dengan ucapan: “Tidak akan ada yang menyalahkan kalian pada hari ini.”. Semua itu merupakan kesempurnaan akhlak mulia beliau yang tidak ditemukan pada Nabi lainnya. Ya Allah turunkanlah salam dan rahmat-Mu atas beliau dan umat beliau. (Malfuzat, vol. II, hal. 79-80).



Read More......

Al-Qur’an Telah Mencakup Seluruh Kebenaran

Menjadi keyakinanku bahwa Kitab Suci Al-Qur’an bersifat sempurna dalam ajarannya dan lengkap berisi semua kebenaran yang ada sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah s.w.t. bahwa:

“Telah Kami turunkan kepada engkau kitab itu untuk menjelas kan segala sesuatu”. (S.16 An-Nahl:90)
serta ayat:

“Tiada sesuatu yang Kami alpakan dalam Kitab ini”. (S.6 Al-Anaam:39).

Tetapi aku juga berpendapat bahwa bukanlah fungsi dari setiap ulama atau maulvi untuk mengemukakan dan mencanangkan masalah-masalah keagamaan dari Al-Qur’an. Ini adalah fungsi dari orang-orang yang secara khusus telah ditolong oleh wahyu Ilahi sebagai bagian dari semi Kenabian atau kesucian. Mereka yang bukan penerima wahyu, sebenarnya tidak cukup kompeten untuk mengemukakan wawasan Al-Qur’an. Satu-satunya cara terbaik bagi mereka adalah menerima semua ajaran yang telah diterima turun temurun tanpa berusaha ingin menafsirkan Al-Qur’an.

Mereka yang memperoleh pencerahan dengan Nur wahyu suci termasuk di antara mereka yang disucikan. Kepada mereka inilah Allah s.w.t. dari waktu ke waktu membukakan mutiara-mutiara hikmah yang tersembunyi di dalam Al-Qur’an serta menjelaskan kepada mereka bahwa Hadzrat Rasulullah s.a.w. tidak ada menambah-nambahkan apa pun pendapat beliau sendiri ke dalam Al-Qur’an, disamping mengemukakan bahwa Hadits yang sahih hanya mengemukakan rincian dari prinsip-prinsip dan pengarahan yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan diungkapkannya wawasan ini maka mukjizat Al-Qur’an jadi merona nyata bagi mereka dan kebenaran dari ayat-ayat yang menurut Allah s.w.t. “tiada sesuatu yang Kami alpakan dalam Kitab ini”. menjadi jelas bagi mereka. (Al-Haq, Mubahisa Ludhiana, Qadian, 1903, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 4, hal. 80-81, London, 1984).
* * *
Makna daripada ayat:




“Dia-lah yang telah mengutus di tengah-tengah bangsa yang butahuruf seorang rasul dari antara mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah”. (S.62 Al-Jumuah:3)
ini ialah untuk menunjukkan bahwa Kitab Suci Al-Qur’an mempunyai dua tujuan akbar yang untuk itu maka telah diutus Hadzrat Rasulullah s.a.w. Yang pertama adalah hikmah kebijaksanaan Al-Qur’an yaitu yang berkaitan dengan wawasan dan mutiara-mutiara hikmah yang dikandungnya. Yang kedua adalah pengaruh dari Al-Qur’an dalam menyucikan batin.
Penjagaan Al-Qur’an tidak saja berarti memelihara keutuhan teksnya, karena fungsi seperti ini juga telah dilakukan oleh umat Yahudi dan Kristiani berkaitan dengan Kitab-kitab suci mereka sejak dahulu, sedemikian rupa sehingga tekanan huruf-huruf hidup (vowel) dari Kitab Taurat pun mendapat perhatian mereka. Yang dimaksud dengan penjagaan Al-Qur’an tidak saja hanya memelihara teksnya tetapi juga memelihara kemaslahatan dan pengaruh Kitab tersebut dan hal ini bisa dilakukan sejalan dengan pengelolaan Ilahi jika dari waktu ke waktu selalu didatangkan wakil-wakil dari Hadzrat Rasulullah s.a.w. dimana mereka ini memperoleh berkat Kerasulan sebagai pantulan refleksi wujud beliau. Hal ini diindikasikan dalam ayat:

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang dari antara kamu yang beriman dan bermuat amal saleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah-khalifah di muka bumi ini sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah-khalifah dari antara orang-orang yang sebelum mereka; dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, yang telah Dia ridhoi bagi mereka dan niscayalah Dia akan memberi mereka keamanan dan kedamaian sebagai pengganti sesudah ketakutan mencekam mereka. Mereka akan menyembah kepada-Ku dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Daku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka”. (S.24 An-Nur:56).
Ayat ini menjelaskan makna dari ayat lainnya yaitu:

“Sesungguhnya Kami-lah yang telah menurunkan peringatan ini dan sesungguhnya Kami-lah pemeliharanya”. (S.15 Al-Hijr:10)
sebagai jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana Al-Qur’an itu akan dijaga. Allah yang Maha Agung telah berfirman bahwa dari waktu ke waktu Dia akan mengirimkan pewaris Hadzrat Rasulullah s.a.w.
(Shahadatul Qur’an, Panjab Press, Sialkot, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 6, hal. 338-339, London, 1984).

oleh Mirza Ghulam Ahmad pendiri Jemaat Ahmadiyah

Read More......

Cerita yang Menggugah Hati

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.

Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.

Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini ?”

Wanita itu menjawab: “Kamu tidak perlu membayar apapun”.
“Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.

Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :” Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.”

Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menganganinya.

Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.



Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.

Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut.

Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan… Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.

Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.

Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi..

“Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..” tertanda, DR Howard Kelly.

Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: “Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.”



Read More......

30 maut serangan bom bunuh diri




PESHAWAR: Seorang pengebom bunuh diri semalam menyerang upacara pengebumian pemimpin Syiah, Sher Zaman di timur laut Pakistan, mengakibatkan 30 orang terkorban dan mencetuskan tunjuk perasaan ganas.Letupan berkenaan berlaku berhampiran masjid Syiah di Dera Ismail Khan, sebuah bandar di pinggir Pakistan yang mempunyai sejarah kejadian keganasan berasaskan puak, yang semakin menjadi-jadi di negara berpendudukan majoriti Sunnah itu."Kira-kira 20 orang terkorban dan 25 lagi cedera," kata Ashiq Saleem, pentadbir hospital kerajaan.Anggota polis tempatan mengesahkan jumlah kematian itu tetapi menyatakan angka mangsa yang cedera adalah lebih 40 orang.

Perintah berkurung dikuat kuasakan selepas kejadian itu, yang dibalas dengan tembakan bertalu-talu oleh hadirin yang berada di pekarangan masjid bagi upacara pengebumian Sher Zaman, semalam.Anggota tentera ditempatkan di bandar berkenaan, di sempadan Afghanistan.Penunjuk perasaan bertindak ganas menembak ke udara, membaling batu ke arah kereta, menggeledah kedai, membakar bas dan mengadakan sekatan jalan raya dengan tayar yang dibakar di bandar yang berhabuk itu, kata penduduk menerusi telefon dari bandar berkenaan."Perintah berkurung dikenakan di bandar ini," kata ketua pentadbiran daerah, Syed Mohsin Shah.'Pihak tentera terpaksa dipanggil bagi membantu polis mengawal keadaan keselamatan," katanya.Serangan itu dilakukan dua minggu selepas 35 orang maut dalam kejadian pengeboman bunuh diri yang membabitkan pengikut Syiah di Dera Ghazi Khan pada 5 Februari lalu.Kira-kira 90 orang terbunuh dan serangan bunuh diri dan pengeboman di seluruh Pakistan setakat ini tahun ini dan lebih 1,600 terkorban sejak tentera kerajaan menyerang tempat persembunyian militan di sebuah masjid radikal di Islamabad pada Julai 2007 lalu.
Oleh karena itu wahai temanku yang masih punya hati marilah kita sejaenak merenungkan
apa yang telah kita lakukan slama ini semoga kita menjadi orang yg sukses
amin...
Read More......
Ingin berbisnis yang mudah caranya tinggal klik gambar ini


SystemBisnis.com Konsep Mesin Uang Online






Read More......







Read More......

JENIS JAMUR

A. JAMUR ATAU CENDAWAN EDIBLE
1. Jamur tiram putih (Pleurotus Florida)
2. Jamur tiram merah (Pleurotus Flatellatus)
3. Jamur tiram coklat (Pleurotus Cycstidiosus)
4. Jamur kuping (Auricularia Polytrica)
5. Jamur shii take (Lentiunue Edodes)
Jamur edible merupakan jenis jamur yang memiliki rasa sangat enak dimakan dan banyak mengandung protein nabati dan zat zat yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia.

B. JAMUR ATAU CENDAWAN NON EDIBLE
1. Jamur ling-zhi (Ganoderma Applannatum)
Merupakan jenis jamur yang tidak enak di makan namun mempuynai khasiat untuk ramuan obat.



Di Indonesia di kenal jamur ling-zhi ( bahasa China berarti pohon kehidupan) atau jamur REISHI (bahasa Jepang berarti jamur spiritual, yang mendatangkan keberuntungan)

C. BUDI DAYA
1. Pembuatan bibit
a. Kultur murni
a. pembuatan media tanam
Media yang digunakan untuk menumbuhkan dan merawat kultur murni adalah PDA ( Potato Dextrose Agar )
b. Pemilihan induk
c. Pengambilan dan penanaman eksplan
1. Kultur jaringan.
2. Kultur spora.
b. Bibit induk (F1)
c. Bibit media Sub kultur (F2)
d. Bibit Semai (F3)

D. CARA BUDIDAYA
Tahap-tahap budi daya jamur kayu

Serbuk kayu ----- Perendaman -----Penjemuran -----Sterilisasi I ----- Pencampuran ----- Pengomposan ----- Pewadahan ----- Sterilisasi II ----- Pendinginan ----- Inokulasi ----- Inkubasi ----- Seleksi ----- Penumbuhan ----- Pemanenan ----- JAMUR SEGAR.

UD. AJI SAKA JAMUR menyediakan JAMUR SEGAR, JAMUR KERING, BIBIT JAMUR FI, F2,F3 untuk semua jenis jamur kayu, juga menyediakan MEDIA TANAM yang telah DI INOKULASI, serta MENERIMA PELATIHAN BUDI DAYA JAMUR KAYU bagi MASYARAKAT luas yang ingin menekuni bisnis jamur kayu.







Read More......

Manfaat Jamur

JAMUR dapat mendatangkan keuntungan maupun kerugian. Ada beberapa jenis jamur yang bisa diolah menjadi aneka makanan lezat. Bahkan, jamur juga bisa menjadi bagian dalam pembuatan obat tradisional. Salah satunya adalah jamur tiram yang akhir-akhir ini banyak dilirik. Jamur yang berwarna putih ini juga dikenal dengan sebutan Shimeji (Jepang), Abalon Mushroom atau Ayster Mushrom (Eropa atau Amerika) dan Supa Liat (Jawa Barat). Jamur ini kandungan gizinya cukup tinggi sehingga cocok bagi yang sedang diet. Salah satu sentra budidaya jamur tiram di Yogya adalah di Pandeyan Umbulharjo yang diupayakan oleh beberapa warga. Hasil budidaya mereka ditampilkan dalam acara panen padi di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Umbulharjo, belum lama ini. “Jamur tiram bisa diolah menjadi berbagai makanan, baik disayur maupun dibuat kripik,” kata Tiwi. Jamur ini memiliki beberapa warna antara lain, putih, coklat, abu-abu dan kuning serta kemerah-merahan. Sedangkan yang dikembangkan warga Pandeyan adalah jamur tiram putih (Pleurotus florida). Jamur jenis ini berbentuk bulat agak lonjong melengkung seperti cangkang tiram berwarna putih dan berdaging. Budidaya jamur tiram cukup mudah. Bagi warga yang tidak memiliki lahan yang luas pun bisa melakukannya. Dengan media tanam serbuk gergaji dan telaten untuk menjaga kelembaban suhu. Bila mempunyai lahan cukup luas bisa dengan membuat rumah bambu. Selain dapat disayur, jamur tiram juga dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk dan keripik. Bahkan, di Eropa dan Amerika jamur tiram sering dikonsumsi langsung dijadikan semacam sayuran pada pembuatan salad. Kandungan gizi di dalam jamur tiram yang cukup banyak membuat banyak orang menyukai untuk mengonsumsinya. (Anik P)-g



Komposisi kimia nutrisi jamur tiram

Komposisi secara global sudah ada tag lain dalam blog ini juga. sedang untuk komposisi yang lebih detil adalag sebagai berikut:

Komposisi asam amino (mg/g berat kering) pada badan buah

a. asam aspartat 17,9

b. treonin 8,5

c. serin 9,7

d. asam glutamat 21,7

e. prolin 6,0

f. glisin 9,0

g. alanin 12,8

h. sistein 2,8

i. valin 10,7

j. metionin 4,6

k. isoleusin 6,6

l. leusin 12,2

tirosin 6,0

fenilalanin 7,2

histidin 15,0

lisin 9,7

arginin 12,i

Komposisi asam lemak pada badan buah (mg/g berat kering)

a. asm palmitat 2,2

b. asam stearat 0,5

c. asam oleat 2,9

asam linoleat 10,3






Read More......

JENIS DAN MANFAAT JAMUR!!!!!!

Baik, bertemu lagi dengan wahan ganteng hahaha {gak lebay kan???}
Baik, setelah posting tentang “Flu vs Vitamin C” yang berhubungan dengan musim panas disertai hujan ataupun musim hujan yang kadang-kadang panas, gw kembali membawa sebuah artikel buat kalian semua dan, masih berhubungan dengan hujan tentunya…
Baik gak mau panjang lebar lagi…


Posting kali ini adalah tentang…. JENIS DAN MANFAAT JAMUR!!!!!!


Baik, sebagai mana kita ketahui jamur merupakan salah satu bahan makanan yang digemari oleh masyarakat (termasuk gw lho…).
Ternyata, selain lezat jamur memiliki banyak manfaat diantaranya :
• Menurunkan kolesterol darah
• meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
• mengatasi gangguan pencernaan dan hati
• kaya vitamin dan mineral serta protein
• melancarkan peredaran darah
• Menghambat virus HIV-AIDS
• Dan banyak lagi yang lainnya

Dibawah ini saya sertakan beberapa jenis jamur yang kita kenal, agak kita kenal dan kita gak begitu kenal… hahahaha


Jenis-jenis Jamur:


Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus) Jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia, sekitar 38% dari total produksi jamur dunia. amur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori.

Jamur shiitake (Lentinus edodes) Paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Sekitar 10% dari total produksi jamur dunia berupa jamur shiitake. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa asam amino yang terkandung di dalam jamur shiitake dapat membantu memproses kolesterol di dalam hati. Jamur ini mengandung asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu; thiamin, riboflavin, niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim. Jamur Shiitake juga mengandung ergosterol, yang akan diolah tubuh menjadi vitamin D setelah kulit terkena sinar matahari. Kandungan asam amino jamur shiitake membuatnya berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengatasi gangguan pencernaan, hati, mengobati penyakit hepatitis B, meredakan serangan pilek, dan melancarkan peredaran darah. Manfaat lainnya antara lain menurunkan kolesterol darah dan menghambat virus HIV-AIDS


Jamur merah / Ling zhi (Ganoderma lucidum) merupakan jamur kayu yang konon sudah ribuan tahun diketahui memiliki khasiat obat. zat-zat yang terkandung didalamnya antara lain:
A) Triterpenoids: dapat membantu untuk meningkatkan sistem peredaran darah, mengurangi kadar kolesterol dan lemak neutral di dalam tubuh. ganoderma juga efektif karena dapat mengurangi rasa sakit, membuang bahan toksik dan lain-lain.
B) Adenosin: Tahap kolestrol rendah dan kurang lemak. Melancarkan peredaran darah, membantu metabolisme dan menjaga kesehatan tubuh serta menambah energi daalm tubuh sehigga kita bertenaga.
C) Polisakarida: Membantu membersihkan toksin yang ada didalam tubuh, mempercepat daya pemulihan tubuh sehabis sakit, menganti sel-sel yang rusak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imun) serta memelihara kesehatan keseluruhan bagian tubuh.
Telah dikenal pasti bahwa Ganoderma ini dapat mengobati kebanyakan penyakit repiratori seperti asma kronik, bronkitis dan masalah sinus. Satu penelitian telah di lakukan di China pada tahun 1970-an, di mana 2000 orang yang menderita penyakit bronkitis diberi sirap Ling Zhi dalam bentuk pil selama dua minggu. Hasil yang diperoleh ialah 60 – 90% menunjukkan pemulihan penyakit tersebut termasuk selera makan bertambah baik. Pengujian yang dilakukan di Jepang juga menunjukkan pemulihan 50 – 90%.

Yah, cukup 3 jamur aja yah???
Kebanyakan malah ntar gak ngerti lagi..

Baik, kiranya sekian dulu postingan jamur dari gw..



Read More......

Jenis Jamur Pangan

padahal sebenarnya jamur tiram putih goreng tepung?

Pernahkah Anda terkecoh, mengira yang Anda makan adalah ayam goreng tepung, padahal sebenarnya jamur tiram putih goreng tepung? Dari penampilan, keduanya tak tampak beda. Dari tekstur dan rasanya pun, mirip. Warna jamur tiram yang putih kekuningan dan tekstur yang lembut kenyal, tak ubahnya seperti potongan daging dada ayam.

Penyebabnya adalah kandungan protein jamur yang ditambah dengan glutamat dan nukleotida (penyedap rasa) alami yang tinggi. Hingga rasa gurihnya kuat, selezat produk-produk daging. Karena itu tak heran bila jamur sering digunakan para vegetarian untuk menggantikan menu daging mereka.




Jamur juga alternatif bagi mereka yang uang belanjanya pas-pasan, untuk memperbanyak volume masakan tanpa harus kehilangan kenikmatan rasa daging aslinya.

Tak Semata-mata Untuk Hidangan

Selain karena lezat, dewasa ini orang makan jamur juga karena pertimbangan kesehatan.Jamur mudah dicerna dan dilaporkan berguna bagi para penderita penyakit tertentu. Jamur merang, misalnya berguna bagi penderita diabetes dan penyakit kekurangan darah, atau bahkan dapat mengobati kanker. Banyak juga jamur-jamur seperti jamur-jamur Ganoderma yang memang dibudidayakan sebagai bahan obat.

Dibanding dengan daging, jamur memang punya nilai plus tersendiri. Daging sering bikin orang berkutat dengan masalah lemak atau kandungan kolesterol. Jamur sebaliknya, bebas kolesterol serta kaya serat vitamin dan mineral. Tak heran bila saat ini sering kita jumpai menu jamur menjadi lebih mahal dari pada menu daging. Seperti halnya pada menu mi ayam jamur yang lebih mahal dari mi ayam saja. Bahkan jamur dengan cita-rasa tinggi dan khasiat yang dikenal seperti halnya shitake, dapat mempunyai harga beberapa kali lipat lebih tinggi dari harga daging.

Tak hanya sebagai bahan campuran dalam menu, jamur sebagai “jamur nabati” telah semakin sering hadir sebagai bahan utama dalam menu kita. Pepes jamur, sate jamur, tumis jamur, keripik jamur, jamur lapis tepung, sup jamur, ehmmm…sungguh membuat air liur kita menetes keluar. Akan tetapi bila yang tersedia adalah sup “jamuran” (berjamur) … maka akan lain lagi ceritanya.

Apa yang membedakan antara jamur yang kita makan dengan jamur yang tumbuh pada makanan basi? Lalu bagaimana dengan jamur yang tumbuh pada oncom, taoco, tempe, dan lain-lain? Samakah dengan jamur yang tumbuh liar di tempat bebas? Ada berapa banyak jenis jamur? Apakah semua aman untuk dikonsumsi? Tampaknya banyak hal yang menarik untuk kita kupas dari jamur ini.

Apakah Jamur Itu?

Jamur adalah kelompok besar jasad hidup yang termasuk ke dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang tidak mempunyai pigmen hijau daun (khlorofil). Tetapi jamur berinti, berspora, berupa sel, atau benang, bercabang-cabang, dengan dinding sel dari selulosa atau khitin atau kedua-duanya. Pada umumnya jamur berkembang biak secara seksual dan aseksual.
Secara taksonomi kelompok ini masuk dalam kerajaan fungi dengan beberapa kelasnya. Jamur mempunyai bentuk tubuh mulai dari yang sederhana yaitu satu sel atau uniseluler, kemudian bentuk serat atau filamen, sampai dengan bentuk lengkap seperti halnya jaringan lengkap pada tanaman biasa. Dari bentuknya sering jamur dikenal sebagai kelompok kapang(jasad renik) dan kelompok mushroom (supa).

Dari sisi kehidupannya, jasad ini dikelompokkan ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama dikenal sebagai jasad yang saprofitis yaitu jasad yang hidup dari jasad lain yang sudah mati ataupun dari sisa zat buangan seperti misalnya pada timbunan sampah, tanaman atau hewan yang telah mati, bahan makanan yang disimpan. Kelompok kedua, dikenal sebagai jasad yang parasitis yaitu yang hidup menumpang pada jasad lain yang masih hidup. Kelompok yang terakhir ini sering menimbulkan kerugian seperti halnya penyebab berbagai penyakit kulit.

Melihat dari berbagai bentuk kehidupannya, maka tidak mengherankan bila jamur dapat hidup kapan saja dan di mana saja, selama tersedia substrat yang dibutuhkan dan lingkungan yang menunjang. Kehadirannya di dalam kehidupan kita juga sangat beragam, entah mendatangkan kerugian atau keuntungan baik secara langsung maupun tak langsung.

Salah satu keberadaan jamur di lingkungan kita yang terasa sangat menguntungkan adalah keberadaan dalam dunia pangan. Telah kita singgung di atas jamur dapat menjadi makanan lezat. Jamur juga dapat membantu kita dalam pengolahan pangan seperti dalam pembuatan wine, taoco, tempe, tape, kecap, keju, dan banyak lagi.

Kegunaan lain, jamur dapat menjadi bahan obat seperti pada pembuatan antibiotik. Jenis penisilin, misalnya. Dan orang indian telah menggunakan jamur sebagai alat pertahanannya yaitu dengan memanfaatkan racunnya.

Secara tak langsung keberadaan jamur juga menguntungkan karena membantu kita dalam pelapukkan bahan-bahan di alam yang tidak kita gunakan lagi sehingga dapat terjadi recycle di alam ini. Di sisi lain, jamur dapat menyebabkan penyakit kerusakan pangan atau keracunan. Karena itu dengan mengenalnya lebih baik, kita dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dan memperkecil kerugian yang mungkin ditimbulkan.

Jenis Jamur Pangan

Mengingat begitu banyaknya jenis jamur yang ada, kita batasi pengenalan kita pada jenis jamur yang dikonsumsi sebagai bahan pangan . Jamur pangan umumnya merupakan jamur lapang atau jamur saprofit yang tumbuh spontan di lapang atau alam terbuka pada bahan-bahan yang mengalami pelapukan.

Jamur pangan ini dahulu diperoleh dengan cara mengumpulkan jamur yang tumbuh liar spontan yang tumbuh liar pada musim-musim tertentu (lembap-musim hujan). Saat ini telah banyak di antaranya dibudidayakan untuk kepentingan komersial.

Jamur merang (volvariella), jamur agaricus (champignon), jamur kuping (auricularia), jamur bulan (gymnopus), shitake (lentinus), jamur tiram atau mutiara (pleuterotus), merupakan jamur-jamur pangan yang banyak dikenal. Mereka sering juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti nama daerahnya. Sebagai contoh jamur merang atau paddy strow mushroom dikenal juga sebagai supa pare atau jajaban di Jabar. Jamur dami atau jamur kantung di Jateng atau kulat im bere atau im sere di Minahasa, kulat sagu atau kulat era di Maluku, dan banyak lagi. Demikian juga jamur tiram yang sering juga disebut sebagai jamur mutiara, jamur kayu, jamur shimeji, atau hiratake.

Untuk mengenal lebih baik jamur-jamur pangan ini, mari kita kupas lebih mendalam beberapa contoh jamur yang banyak kita temukan saat ini.

1. Shitake atau dikenal juga dengan nama Hoang-ko merupakan jamur yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Cita rasanya khas, terutama aromanya yang harum. Khasiatnya sangat oke, lo.

Jamur ini bertudung kecokelatan hingga cokelat gelap. Kadang berwarna merah kecokelatan dengan bintik-bintik putih di bagian atasnya. Diameter tudung antara 5-10 cm dengan tebal antara 2-6 cm. Tangkai berwarna putih kekuningan dan panjang 2-6 cm, dengan berat setiap jamur berkisar 10-30 gram. Jamur ini sangat terkenal di Jepang dan Cina.

Shitake mempunyai harga tinggi yang hanya dapat dikalahkan oleh jamur Black Truffles (Tuber melanosporum). Harganya sangat ditentukan oleh aroma yang dapat dihasilkan. Umumnya, jamur yang liar lebih mahal dibandingkan hasil budidaya karena cita rasanya yang yang dinilai lebih lengkap.

2. Jamur Tiram Putih adalah jamur yang hidup pada kayu-kayu lapuk, serbuk gergaji, limbah jerami, atau limbah kapas. Dinamakan jamur tiram karena mempunyai flavor dan tekstur yang mirip tiram yang berwarna putih.

Tubuh buah jamur ini menyerupai cangkang kerang, tudungnya halus, panjangnya 5-15 cm. Bila muda, berbentuk seperti kancing kemudian berkembang manjadi pipih. Ketika masih muda, warna tudungnya cokelat gelap kebiru-biruan. Tetapi segera menjadi cokelat pucat dan berubah menjadi putih bila telah dewasa. Tangkai sangat pendek berwarna putih.

Jamur ini sangat populer saat ini. Teksturnya lembut, penampilannya menarik, dan cita rasanya relatif netral sehingga mudah untuk dipadukan pada berbagai masakan. Budidayanya juga relatif mudah dan murah hingga sangat potensial dikomersialkan.

Selain jamur tiram putih ada pula beberapa jenis jamur tiram yang berbeda warna pada batang tubuh buahnya, yaitu P. flabellatus berwarna merah jambu, P. florida berwarna putih bersih, P. sajor caju berwarna kelabu dan P. cysridious berwarna kelabu.

3. Jamur Merang umumnya tumbuh pada merang atau jerami padi. Dapat dikatakan jamur populer ini menjadi pelopor popularitas jamur pangan di Indonesia. Jamur merang sangat dikenal masyarakat sejak dibudidayakan secara luas, sekitar dua dasa warsa yang lalu, terutama di Jawa barat.

Jamur merang banyak digunakan sebagai bahan baku pada berbagai masakan khas yang dikenal banyak kalangan di Indonesia sehingga timbul menu-menu baru yang khusus seperti mi ayam jamur, sup jamur merang, dan pepes jamur.

Tubuh jamur merang muda berwarna cokelat gelap sampai hitam dengan bentuk seperti telur. Tubuh jamur ini dilapisi sebuah selaput yang dinamakan selubung, yang sehari-hari dikenal sebagai kulit jamur. Ketika mulai tua, tudung akan mulai mengembang membentuk cawan. Diameter tudung jamur tua dapat mencapai 6.8 cm dengan warna putih keabu-abuan.

Sedangkan warna bilah-bilah di bawah tudung (lamella) mula-mula berwana putih kemudian menjadi merah muda seiring dengan pematangan spora. Jamur yang dikonsumsi umumnya adalah jamur yang muda, sebelum tudung berkembang.

4. Jamur Kuping merupakan jamur kayu yang paling lama dikenal sebagai jamur pangan. Siapa menolak kehadiran jamur ini pada kimlo atau tekwan? Jamur kuping disebut juga supa lember. Bentuknya seperti kuping, berwarna kecokelatan tua, banyak tumbuh liar bergerombol menempel pada pohon-pohon yang sudah mati, pohon tumbang, atau bahkan tumpukan kayu ,atau tiang-tiang pagar sekitar rumah.

Pada musim hujan, jamur ini dapat ditemukan dalam jumlah banyak hingga dapat berpikul-pikul dijual ke pasar. Saat ini jamur kuping telah banyak dibudidayakan seperti halnya pada daerah Wonosobo, yang setelah dikeringkan banyak diperdagangkan ke berbagai tempat di Indonesia.

Dikenal dua jenis jamur kuping, jamur kuping orang yahudi (A. auricula-judae) yang merupakan jenis jamur kuping yang paling umum di Indonesia, Malaysia, dan banyak lagi negara Asia lainnya. Jenis yang kedua disebut sebagai hed-bua (A. Polytricha) merupakan jenis yang banyak dibudidayakan di Cina, Thailand ,dan beberapa negara di kawasan Indocina lainnya.

Nilai Gizi & Manfaat

Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat keringnya). Daya cernanya pun tinggi (34-89 persen). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino)yang dimiliki oleh jamur lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar umumnya mengandung 85-89 persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan phoshpolipida.

Karbohidrat terbesar dalam bentuk heksosan dan pentosan polimer karbohidrat dapat berupa glikogen, khitin dan sebuah polimer N-asetil glikosamin yang merupakan komponen struktural sel jamur. Khitin merupakan unsur utama serat jamur titam putih.

Jamur juga merupakan sumber vitamin antara lain thiamin, niacin, biotin dan asam askorbat. Vitamin A dan D jarang ditemukan pada jamur, namun dalam jamur tiram putih terdapat ergosterol yang merupakan prekursor vitamin D. Jamur umumnya kaya akan mineral terutama phosphor, mineral lain yang dikandung di antaranya kalsium dan zat besi.

Shitake juga dikenal sebagai bahan pangan yang mempunyai potensi sebagai obat. Jamur ini dilaporkan mempunyai potensi sebagai antitumor dan antivirus karena mengandung senyawa polisakaridayang dikenal dengan sebutan lentinan. Shitake juga dilaporkan dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan aktivitas eritadenin yang dimilikinya.

Kandungan asam glutamat pada shitake cukup tinggi. Asam amino tersebut berhubungan dengan cita rasa yang ditimbulkan sebagai penyedap makanan. Selain mempunyai kandungan asam glutamat yang tinggi, shitake juga mengandung 5 ribunukleotida dalam jumlah besar156,5 mg/100 gram.

Khusus untuk jamur kuping, di samping banyak sekali kegunaannya di dalam susunan menu makanan sehari-hari yakni sebagai pengganti daging, sebagai sayuran, dan sebagai “bahan pengental” (karena mempunyai lendir), juga mempunyai fungsi lain sebagai bahan penetral. Di dalam menu orang Tionghoa sejak dulu kala hingga saat ini, masih ada kepercayaan bahwa lendir pada jamur kuping dapat berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya yang terdapat dalam makanan. Karena itu, tidak heran pada jenis makanan yang terdiri dari banyak bahan pangan, selalu ditambahkan jamur kuping. Tujuannya, menetralkan racun jika ada dalam salah satu bahan tadi.

Jamur merang juga merupakan sumber dari beberapa macam enzim terutama tripsin yang berperan penting untuk membantu proses pencernaan. Jamur merang dapat juga dijadikan sebagai makanan pelindung karena kandungan vitamin B-kompleks yang lengkap termasuk riboflavin serta memiliki asam amino esensial yang cukup lengkap.



Read More......

Cerita tentang Cinta


Cerpen Isbedy Stiawan ZS


”MAMA mau bercerita untukku?” ”Tentang apa?” ”Soal cin… ta…,” ragu-ragu.
Pertanyaan Rosa sudah berulang dia lontarkan. Tetapi, ya tetapi, selalu saja Mama menjawab dengan pertanyaan pula. Sebel deh, batin Rosa. Sebenarnya Rosa ingin sekali mendengar pandangan dan sikap Mama tentang cinta. Ia menginginkan Mama tak perlu malu lagi bercerita soal cinta. Cinta bukan lagi tabu dibicarakan, diungkapkan, diceritakan. Apalagi usia Rosa kini sudah 16 tahun lebih 16 hari.


Mama menatap nanap pada Rosa. Rosa membalas tatapan Mama. Dalam hatinya ia tak hendak menunduk ditujah oleh pandangan Mama yang tampak menyelidik itu. Saat ia harus ”melawan” pandangan Mama. Tidak seperti sudah-sudah, mendengar orang yang tua usia darinya bicara tentang cinta, ia malu-malu. Seakan tabu.
”Mama mau bercerita untukku?”
”Tentang apa?”
”Ya, seperti kataku tadi. Cinta.”
”Untuk apa? Pentingnya apa buatmu? Apa manfaatnya kalaupun kau tahu tentang cinta?” Mama kembali mengumbar pertanyaan. Bertubi-tubi.
Ah, Mama. Rosa menggumam. ”Jelas ada dong, Ma. Kalau tak ada manfaatnya, kalau tak penting. Untuk apa Rosa tanya sama Mama?”
Hmmm. Mama diam. Untuk beberapa kejap lamanya. Zaman sudah sangat jauh berbeda dibanding sewaktu ia masih remaja dulu. Kini, anak seusia 16 tahun seperti Rosa, ingin mengetahui soal cinta. Langsung dari Mamanya.
”Tuh, kan Mama, selalu saja begitu…” Rosa agak merengek.
”Ya, habis pertanyaanmu aneh sih?” kata Mama yang selalu akhir ucapannya ditekankan dengan pertanyaan.
”Lo, memangnya kenapa Mama? Apa yang aneh, pertanyaan Rosa jelas kok.”
”Jelas menurutmu. Tetapi, menurut Mama kan aneh,” jawab Mama. Mama bayangkan sudah begitu majukah anak remaja sekarang? Sudah begitu beranikah remaja sekarang, seingga ia harus mempertanyakan soal cinta. Langsung pada orang tuanya?
Cinta. Mama sulit merumuskan, menuliskan, mengucapkannya dengan runtut dan rinci. Apa itu cinta? Dari banyak buku atau tulisan yang pernah Mama baca menyoal cinta, beragam pendapat jadinya. Semuanya berbeda. Semua bisa saja benar, bisa saja tidak begitu tepat.
Cinta dalam pengertian yang mana yang diinginkan Rosa? Cinta antarlain jenis: perempuan dan lelaki? Cinta dalam makna luas? Ah, Mama jadi dibuat pusing. Ya. Seandainya Papa masih bersama mereka, mungkin pertanyaan ini bisa diberitakan padanya dan Papa yang mungkin bisa menjawab.
Cuma Papa sudah tidak bersama mereka lagi. Mama bercerai dengan Papa sewaktu Rosa baru masuk kelas 1 SLTP. Papa diam-diam menikah lagi, dan Mama tak mau hidup dimadu. Akhirnya Mama minta dicerai, dan Rosa dibawa Mama. Sampai kini Mama tak menikah lagi. Hidup bersama Rosa. Untung Mama bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bergolongan gaji cukup bagus.
Lalu, cinta dalam pengertian yang mana? ”Ah, Mama sulit menjawabnya, Rosa. Kalau Mama bisa, pasti akan Mama jawab. Lagi pula belum waktunya kamu bicar soal cinta…”
”Ah, Mama kuno. Kuno…,” Rosa merajuk.
”Apa orang yang tahu soal cinta, berarti modern? Apa orang yang hidupnya bebas adalah modern, sedang yang hidup dalam batas kewajaran kuno?” Mama bertanya.
Rosa gelagapan. Ia tak mengira pertanyaan Mama seperti itu. Tanpa menjawab, ia melengos, melangkah, dan masuk ke kamar tidurnya.

***
SEJAK tujuh bulan terakhir ini, Rosa berubah amat drastis. Mama memperhatikan perubahan pada diri Rosa. Gadis itu kerap berlama-lama di depan cermin. Memoles bibirnya dengan lipstik, menebalkan bulu alis dengan pinsil hitam, pakai wangi-wangian. Mama juga sempat mendapatkan celana panjang dan baju di dalam tas sekolahnya. Yang paling mencolok, Rosa punya handphone. Soal benda yang stau ini, Mama merasa tidak membelikannya. Dan, ketika Mama tanya dari mana ia dapat handphone itu, Rosa menjawab enteng: ”Uang tabungan Rosa dari jajan yang dikasih Mama…”
Rosa tumbuh dengan tubuh amat subur. Sangat pas dengan wajahnya yang memang cantik. Seperti Mama waktu remaja dulu. Yang membedakan Rosa dengan Mama semasa remaja, Mama mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayah. Ah, Rosa memiliki tubuh sebagai gadis remaja yang tidak memeroleh sentuhan itu dari Papa. Ia tumbuh menjadi remaja tanpa mendengar dan belaian tangan penuh kasih sayang dari sang Papa. Ia tumbuh dalam dekapan Mama. Ya, Mama. Mama yang supersibuk oleh pekerjaan-pekerjaan di kantornya. Sibuk sebagai kepala bagian di tempat kerjanya.
Dan, Rosa kadang hanya berdiskusi dengan Bik Iyah, pembantu yang bekerja di rumahnya sejak ia berusia enam tahun. Bi Iyah yang tak bisa diajak ngomong soal banyak hal. Tahunya hanya memanggil ”Oca sini, yuk emam.” Atau hal-hal yang sangat sepele.
Setelah kelas satu SMU, Rosa baru melihat dunia ini begitu luas. Seperti burung yang baru bisa terbang, ia mengepakkan sayapnya ke mana ia mau. Sayapnya mengepak bebas. Dan kembali ke sarang, ketika matahari terkadang telah tergelincir di Barat. Di rumah ia tak mendapatkan Mama menyambutnya. Mama akan kembali setelah jam 20.00. Lalu makan, lalu mandi air hangat, lalu bekerja lagi. Atau kalau kelelahan amat sangat, ia langsung menuju pembaringannya. Terlelap.
Padahal, Rosa ingin sekali mendapat sapaan dari Mama. Pertanyaan, misalnya, soal pelajarannya di sekolah. Soal keperluan apa yang diperlukan Rosa. Pendek kata, soal apa saja. Bahkan soal yang kadang sangat sepele dan ringan. Rosa ingin sekali itu. Bukan sapaan Bik Iyah yang cuma basa-basi terdengar di telanganya. Tak lebih pertanyaan seorang pekerja.
Kalau kini Rosa bertanya soal cinta, sepantasnyakah itu? Apakah pertanyaan itu hanya ingin menjebak Mama? Mama selalu berpikir egois. Mama pasti tahu tentang cinta, Rosa membatin, hanya Mama tak mau menceritakan. Mama seperti takut kalau pertanyaan itu akan mengusik perkawinannya. Ah, Mama. Ah…
Ceritakan padaku soal cinta, Mama. Soal kasih sayang. Apakah cinta, apakah kasih sayang itu? Apakah cinta itu seperti yang dilakukan Om Indra selama ini pada Rosa? Membelikan handphone, mengajak jalan-jalan ke pantai, ke bungalow, ke supermarket, makan di restoran mewah, masuk ke hotel, membelikan pakaian bagus-bagus dan berharga mahal?
Apakah kasih sayang itu, seperti ditunjukkan Om Indra di atas sedan mewahnya dengan membelai-belai rambutnya? Mencurahkan perhatian yang amat lebih padanya? Menjemput di ujung jalan setiap ia pulang sekolah, untuk kemudian membawanya jalan-jalan sepanjang siang hingga matahari tergelincir? Menelepon Rosa ke telepon genggamnya setiap hendak tidur setiap malam?
Sampai suatu kesempatan, Mama menjelaskan tentang cinta. Kata Mama, cinta adalah ketika seseorang memberikan sesuatu atau lebih kepada orang lain tanpa pamrih. Cinta adalah pengorbanan yang tulus, tiada harap apa-apa dari perbuatan itu. Cinta adalah sesuat yang memberi dan menerima dengan didasari oleh keikhlasan. ”Jadi, cinta itu keluar dari hati nurani yang suci,” kata Mama.
Sedangkan kasih sayang? ”Mama kira hampir sama, mungkin hanya bentuk atau wujudnya saja yang boleh saja berbeda. Tetapi, cukuplah itu saja, cerita tentang cinta dari Mama. Sebab, Mama tak banyak tahu, Mama bukan seorang pencerita soal cinta atau kasih sayang. Mama dan Papa sendiri gagal membangun dan menjaga cinta,” kata Mama pelan, pelan sekali.
Lalu, apakah hubungannya dengan Om Indra selama ini, bisa dikatakan cinta? Bisa diartikan kasih sayang? Om Indra terlalu banyak berkorban pada Rosa, dan tidak meminta balasan apa-apa. Kalau ia mau diajak ke berbagai tempat itu, karena senang dan karena butuh cinta dan kasih sayang itu.
Kalau Rosa kini sulit merumuskan soal cinta dan kasih sayang itu, karena cinta di zaman serbamodern ini seakan menjadi abu-abu. Kekerasan ada di mana-mana. Pembantaian terjadi hampir setiap hari. Masyarakat sipil tewas ditembak oleh tentara. Rakyat miskin makin bertambah setiap detik, sementara para pejabat asyik menyantap dari kekayaannya.
Sekejap kemudian, telepon genggamnya yang ada di dalam celana panjangnya bergetar. Ia ambil dan membaca tulisan di layar: SMS dari Om Indra, ”Om udah nunggu nih di tempat biasa, jadi kan sayang?”
Rosa memandang Mama. Di mata Mama ia seperti membaca bahwa Mama mencurigainya. ”Mau ke mana?”
”Belajar….”
”Kenapa tak di rumah saja?”
ìBete, Ma…”
Segera mengambil tas. Mengecup pipi Mama, kanan dan kiri. Melambai. Bagai burung, ia kepakkan sayapnya begitu berlalu dari ambang pintu. Memburu Om Indra yang tengah menanti. Belajar tentang cinta…*

Lampung, November 2002

copy from http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/2003/0830/bud1.html



Read More......

9 Kewajiban Umat Terhadap Al Aqsha

Kalau para ahli fiqh menentukan bahwa suatu kewajiban ada yang terbatas dari segi waktu, demi kemuliaan si pelaku atau karena kesitimewaan tempatnya. Maka suatu kewajiban yang agung yang harus dilakukan ummat pada zaman ini adalah terhadap Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, masjids suci ketiga dalam ajaran Islam serta tempat isra’nya Rasulullah salallahu alaihi wasallam.

Ada sembilan kewajiban yang harus diemban umat Islam saat ini, dimana pun mereka berada, yaitu :

1. Memproklamirkan jihad untuk membebaskan Al-Aqsha dan melindunginya dari para pengganggunya. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh fuqoha’ (ahli fiqh) Islam. Mereka telah menetapkan, bahwa barang siapa yang menjajah sejengkal tanah dari kaum muslimin, maka hukumnya menjadi fardhhu ain bagi seluruh umat Islam untuk membebaskannya. Seorang perempuan boleh keluar tanpa izin dari suaminya, seorang budak boleh pergi tanpa izin dari majikanya, seorang anak boleh berangkat tanpa izin orang tuanya. Kalaupun Al-Aqsha telah lama dijajah, tetapi kewajiban ini belum lepas dari pundak setiap muslim. Mereka wajib membebaskanya sebelum dihancurkan oleh yahudi dan digantinya dengan Haikal Sinagog buatan mereka.

2. Mengalirkan darah dan mengorbankan nyawa demi mejaga Al-aqsha dari kehancuran. Ini suatu keharusan, karena sesuatu yang diambil dengan darah maka harus dikembalikan dengan darah. Karena sesungguhnya amalan yang paling Allah cintai adalah mengalirnya setetes darah dalam jihad fi sabilillah. Dalam salah satu riawayt diterangkan, Allah sangat kagum bahkan tertawa ketika melihat seseorang menceburkan dirinya dalam medan perang. Sementara teman-temanya pada mundur, kemudian ia terbunuh oleh musuh.

3. Memberikan hartanya untuk modal Jihad Fi Sabilillah di Palestina, di antaranya untuk melindungi Masjid Al-Mubarak. Dana ini diperlukan untuk melakukan renovasi, memeliharanya dari kerusakan, menggaji para pegawainya dan memberikan santunan bagi orang yang sukarela memelihara Al-Aqsha. memberikan bantuan bagi para keluarga yang bekerja di Al-Aqsha. Di samping itu, dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan propaganda dan informasi bagi masyarakat umum.

4. Menyisihkan waktu untuk sesekali mengunjungi Al-Aqsha bagi yang tinggal dekat dengannya. Sebagaimana sabda Nabi salallah alaihi wasallam, “setiap mayit terhenti amal ibadahnya kecuali orang yang berjuang di jalan Allah”

5. Memanjatkan doa dengan segenap ketundukan dan pengharapan untuk perlindungan Al Aqsha dan mengajak kaum muslimin yang ada di barat dan timur untuk menjaga dan melindungi Al-Aqsha dari setiap penodaan. “Doa adalah senjata orang mukmin.”

6. Mejadikan Tema Al Qasha sebagai tema sentral umat Islam, dalam setiap kesempatan dan tempat; dalam seminar, kajian, ceramah, tabligh akbar, khutbah Jum’at dan lainnya dengan menjelaskan urgensinya, keutamaanya. Hingga al-Aqsha menjadi topic pembicaraan di setiap majelis, dijelaskan di setiap mimbar.

7. Menggunakan sarana jabatan, kedudukan public dan ketokohan untuk melindungi al-Aqsha, dengan melakukan lobi-lobi terhadap sentral pengambilan kebijakan agar memihak pada pembebasan Al Aqsha. Sampai Al Aqsha tersenyum kembali.

8. Menulis tentang al-Aqsha bagi yang biasa berdakwah lewat tulisan dengan menjelaskan sejarahnya, tempat-tempat bersejarah, kewajiban membelanya. Memaparkan kewajiban umat terhadap al-Aqsha, menyerbarkan tulisan tersebut agar al-Aqsha menjadi pembicaraan di tingkat dunia. Al-Aqsha adalah warisan dunia, tidak boleh diganggu gugat apalagi dihancurkan. Dan agar para pemikir di seluruh dunia yang masih memiliki hati nurani melakukan pembelaan terhadap al-Aqsha dan menjaga kehormatannya.

9. Berziarah ke Masjidil Aqsha, sebagaimana sabda Rasulallah sallallah alaihi wasalam, “Tidak disyariatkan bepergian kecuali bagi tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjid al-Aqsha.” Tentunya mempertimbangkan sisi pemasukan devisa untuk rakyat Palestina bukan justru menguntungkan Israil.

Dengan melakukan salah satu dari kesembilan kewajiban tadi, sumat Islam punya alasan di depan Allah swt ketika ditanya tentang pertanggung jawaban mereka terhadap al-Aqsha. Tanpa melakukan apapun dari kesembilan tadi, maka tidak ada alasan yang dapat diterima di sisis-Nya. Ia tidak akan dihiraukan oleh Allah swt. Semoga Allah menolong kita semua.
Read More......

Cinta Karena Allah



Iman adalah sesuatu yang hidup dan dinamis. Iman yang benar, keyakinan yang kuat akan mengantarkan pemiliknya merasakan halawatul iman -kelezatan dan manisnya iman-. Rasulullah saw. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman. Rasulullah saw. bersabda:

عن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال : قال النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ : ” لا يجد أحد حلاوة الإيمان ، حتى يحب المرء لا يحبه إلا لله ، وحتى أن يقذف في النار أحب إليه من أن يرجع إلى الكفر بعد إذ أنقذه الله ، وحتى يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ” . رواه البخاري .

Dari Anas bin Malik ra berkata: Nabi Muhammad saw bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” Imam Al Bukhari.

Penjelasan:

باب : الحب في الله : Mencintai karena Allah, tidak bercampur aduk dengan riya dan nafsu.

ولا يجد أحد حلاوة الإيمان : Seseorang tidak akan mendapatkan manisnya iman. Iman diserupakan dengan madu, karena keduanya memiliki kesamaan; Manis. Iman yang benar dalam hati akan mewujudkan rasa manis layaknya madu.

وحتى يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما ” : Sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada selainnya.

محبة الله : إرادة طاعته ، ومحبة رسوله : متابعته : Mencintai Allah adalah dengan mentaati-Nya, sedangkan mencintai Rasulullah adalah dengan mengikutinya.

Cinta alami tidak masuk dalam bab ikhtiar (pilihan), maka yang dimaksudkan adalah cinta ‘aqli (logis) yaitu mendahulukan apa yang dikehendaki akal, dan yang menjadi pilihannya, meskipun bertentangan dengan hawa nafsu. Seperti orang sakit yang minum obat, ia mengambil dengan pilihannya, karena mengharapkan kesembuhan.

Penggunaan dhamir (kata ganti) pada kalimat سواهما selain keduanya, menunjukkan satu kesatuan.

Karena pernah ada seorang khatib (penceramah) yang mentatsniyahkan dhamir dalam ucapannya:

ومن عصاهما فقد غوى “Dan barang siapa yang mendurhakai keduanya maka ia telah tersesat.” Seketika Rasulullah saw. menyuruhnya untuk menggunakan dhamir mufrad yaitu dengan mengucapkan:

من عصى الله فقد غوى “Barang siapa yang mendurhakai Allah maka ia tersesat. Dipisah,

من عصى الرسول فقد غوى “Dan barang siapa yang mendurhakai Rasulullah maka ia tersesat.”

Penggabungan di sini menunjukkan bahwa yang diperhitungkan adalah kumpulan dua cinta. Berbeda dengan ungkapan khatib tadi, masing-masing maksiat berdiri sendiri.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran:

  1. Mencintai seseorang karena mencari ridha Allah, bukan cinta hafa nafsu dan melanggar syariat. Seperti cinta seseorang dalam ikut serta berjihad di jalan Allah, tidak untuk tujuan duniawi. Seperti cinta seseorang untuk beramal dan berjuang dalam organisasi. Dilakukan hanya untuk mencari keridhoan Allah swt
  2. Memilih dilemparkan ke dalam api daripada kembali menjadi kafir. Orang yang telah sempurna imannya tidak akan ada yang bisa merubahnya menjadi kafir lagi. Ia tidak mengingkari ajaran agama yang telah diyakini seperti shalat yang telah Allah wajibkan, tidak menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, seperti khamr, atau mengharamkan yang halal.
  3. Mendahulukan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya mengalahkan selainnya. Orang yang sempurna imannya kepada Allah dan Rasul-Nya lebih kuat baginya daripada hak ayahnya, ibunya, anaknya, isterinya dan semua manusia. Karena mendapatkan petunjuk dari kesesatan, terbebaskan dari neraka hanya bisa karena Allah lewat seruan Rasul-Nya. Dan di antara ciri hal ini adalah membela Islam dengan ucapan dan perbuatan, mengamalkan syariat Islam, mengikuti sunnah dan berakhlak dengan akhlak Rasulullah saw. Allahu a’lam
Read More......

KEBANYAKAN MALAH ILMU TERBENGKALAI



mari kita duduk bersama dan merenung, ilmu apa saja yang sudah dipelajari?belasan?puluhan?ratusan?kemudian apakah keilmuan itu cuma ditumpuk saja?dan dijadikan koleksi?atau memang bener bener diperdalam?saya yakin mungkin banyak yg master di banyak hal. tapi apa cukup ditingkat master?apakah tidak perlu dihayati?dicerna, dan diresapi makna dari sebuah keilmuan?

apakah banyak ilmu lebih baik daripada satu ilmu saja?apa bener memperdalam satu ilmu saja sampe menghayatinya, merenunginya adalah suatu yang lebih baik?karena ternyata ujung pangkalnya sama saja. mau ilmu apa saja ternyata ujungnya ya itu itu saja hakekatnya.

dan yang sudah kadung banyak koleksinya, bagaimana menyikapi untuk hal ini?apakah mempelejari ulang semua keilmuanya bersamaan?atau cukup mengambil ujung pangkal keilmuan itu yang sama?atau cukup ambil sari sarinya saja?atau malah ditinggalkan semua?dan mulai berdiam untukmengambil inti sari diri?

bagaimana menurut saudara saudara?
Read More......

SURAT CINTA IPA

Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet
yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa
maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat
aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan
hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak
terbatas

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh
tetapan
gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi
hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang
sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya

Inilah resultan momentum cinta kita…


Read More......

ILMU CINTA

Terdengar sungguh remeh tentang satu bidang ilmu ini, Karena tidak pernah kita pelajari dibangku sekolah ataupun tempat kursus akademik2 lainnya. Sehingga jarang sekali orang akan expert dan survive mungkin dalam dunia Cinta.
Kegagalan dan kegagalan serta sampai kematian menyertai dari ketidak tahuan tentang Cinta,,,, Hal tersebut terjadi secara akumulatif disebabkan oleh beberapa factor diantarnya :

1. Menganggap remeh atau sebelah mata tentang Ilmu Cinta
2. Menganggap tau padahal tidak tau (baca sok tau)
3. Ketakutan akan Cinta
4. Analisis yang salah terhadap fitrah Cinta (akan dibahas di post yang lain)
5. Ruang lingkup dan referensi yang sempit.

Dari beberapa hal diatas gua dan rob (baca pengasuh) berkeyakinan bahwa 5 item tersebut sering terjadi pada elu-elu semua dan jangan pernah merasa sendiri, karena kami juga pernah mengalaminya. Terasa sangat tidak mengenakan dan menjadi luka yang kadang kala lama untuk secure bahkan mungkin tidak terobati…..Apa mau merasakan ketidak enakan tersebut sampai ajal menjemput atau sampai pernikahan kita yang pertama ( hehehehe,, terlalu jauh ya??).

So,,Ruh what your’s Solution???!!
Be patient Guys,,,,,,

Seperti kita menuntut ilmu umum lainnya, perlu waktu, praktek bahkan harus sampai implementasi dalam kehidupan cinta mungkin juga sampai dituntut pada sacrifice (sacrifice  jangan mikir apatis dulu).

Gua akan mencoba sedikit menjabarkan beberapa tatanan Ilmu cinta biar kita punya koridor untuk bicara dalam post pertama ini, yaitu mengenai ilmu cinta. Ilmu cinta terbagi dalam 4 (empat) kategori besar yang harus dipahami satu persatu dan berurutan, jika tidak,, maka akan menjadi percuma dan menjadi sampah!!!
Empat Tatanan Ilmu Cinta :

1. Syariat Cinta
2. Hakekat Cinta
3. Tarikat Cinta dan
4. Ma’rifat Cinta

Mungkin istilah diatas terdengar asing ataupun terkesan menjiplak dari Ilmu Sang Khalik ,,, Apa boleh???? Tentu saja boleh karena cinta datangnya juga dari Sang Pencinta ( Allah SWT ). Kalau bibir kalian langsung membleee,, mungkin kalian harus membaca kembali Dasar Cinta yang kami punya disamping halaman ini.
Untuk elu yang pada mulai mendekatkan mata pada monitor computer!! itu bagus karena itu adalah awal yang baik untuk mencoba membuka pemikiran anda. Gua ucapin selamat !! karena Gua akan membawa elu secara perlahan untuk memulai telaah Ilmu Cinta ini.

BY WAHAN
Read More......

bagaimana meraih kebahagiaan

Bahwa orang yang berimanan akan dianugerhakan Tuhan ketabahan dan kekuatan hati dalam menghadapi setiap kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi dalam setiap sisi hidupnya, segala hal yang menimpanya baik itu berupa kerugian atau keuntungan tidak akan pernah menggoyahkan keteguhan imannya kepada Allah swt, sebagai Zat yang menentukan garis hidup manusia baik di dunia dan akherat.

Read More......

ilmu adalah surga dunia

Saturday, April 01, 2006

Danau Maninjau, Surga Dunia Bagi Wisatawan


Angin berhembus semilir di kabupaten Agam. Hawa sejuk pun menjamah tubuh dengan penuh kelembutan. Sementara itu keindahan alam makin terasa tatkala kemegahan gunung yang terhampar tegar di wilayah kabupaten yang beribukotakan Lubuk Basung ini, terhampar penuh pesona.
Sebagai daerah yang terletak pada posisi yang strategis dalam wilayah propinsi Sumatera Barat, banyak menyimpan berbagai potensi keindahan alam dan budaya, Natural and freshly, serta kegiatan seni dan budaya yang unik dan menarik merupakan salah satu yang dapat dibanggakan apalagi didukung oleh kultur masyarakat rang Agam yang ramah-ramah. Sebagai artian,

Nan Merah Sago
Nan Kuriak kundi
Nan Indah Baso
Nan Baik Budi


Menunjang kepariwisatawan di Kabupaten Agam selain ditemukan keindahan alamnya tidak bisa terlupakan adalah kenangan yang termasuk didalamnya, kerajinan rakyat dan hasil berbagai kelompok yang bersifat kerajinan tradisional yang masih memakai hand made buatan tangan baik tenun bordir, sulaman, pandai besi, perak, emas secara apik dan indahnya bukan main yang secara turun temurun dikerjakan oleh anak nagari.
Keseluruhan obyek wisata dapat dijangkau dengan jaringan transportasi untuk kemudahan mencapai kunjungan, sehingga dalam perjalanan daerah tujuan wisata akan ditemui kondisi alamnya, (gunung, bukit, lembah, dataran dan danau serta pantai), di dukung pula oleh pemanfaatan lahannya yang dapat menciptakan begitu banyak panorama alam yang sangat indah dan sangat mudah ditemukan dan terlihat dari jalan raya utama yang dilewati.
Makanya, kali ini kami sengaja mengajak anda untuk berwisata ke berbagai objek wisata di kabupaten Agam dan merupakan gerbang wisata Sumatera Barat.
Dan bila anda menyempatkan diri berkunjung ke Kabupaten yang kini kembali dipimpin Aristo Munandar dan juga merupakan putra asli daerah ini, bila anda dari Bukittinggi menuju Maninjau atau Lubuk Basung, dalam perjalanan pasti anda akan mendapatkan pemandangan yang cukup menarik, yakni lenggok kerbau yang sedang menghela pedati di jalanan. Bahkan begitu menariknya pemandangan ini, penyanyi legendaris Minangkabau, Elly Kasim pernah mendendangkannya dalam sebuah lagu yang berjudul Kabau Padati.
Pedati, semacam gerobak yang ditarik oleh kerbau, dijadikan alat pengangkut barang di zaman dahulu, dan kini masih dijumpai disekitar daerah Lawang, Palembayan, Lubuk Basung dan Baso.
Karena lambat jalannya sarat dengan muatan siganjo lalai, maka diberi tanda bunyian ganto (genta) dileher kerbau, membuat perjalanan dikesunyiaan ditingkah oleh gemercing ganto. Dan bunyi ganto inilah yang paling menarik wisatawan untuk mendengarkannya dengan khidmat.



Pedati sering diibaratkan dengan rundungan nasib suratan, rodanya dilantunkan dengan "bak cando roda pedati" sekali naik rezeki sekali menurun. Di samping ungkapan kerbau dalam menghela, jauh lagikah pemberhentian.
Saat ini, objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Puncak Lawang yang berada di atas ketinggian ± 1.210 m diatas permukaan laut. Pada zaman penjajahan Belanda. Puncak Lawang sudah dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi kaum bangasawan Belanda saat itu. Dari sini kita dapat menikmati kawasan Danau Maninjau dan juga Samudra Indonesia.
Dan disebabkan tempatnya yang berada di atas ketinggian serta pemandangannya yang begitu memukau, maka saat ini kawasan Puncak Lawang dikembangkan sebagai lokasi Take Off Olah Raga Dirgantara Paralayang (Paragliding). Sambil melayang-layang bebas di udara dan menjelang mendarat di Bayur, tepian Danau Maninjau, dari udara kita dapat menikmati keindahan Danau Maninjau yang tiada duanya di dunia ini.
Bagi mereka yang menyukai tantangan dan lintas alam dapat berjalan kaki menuruni lereng menuju Danau Maninjau atau melintasi hutan lindung ke Objek Wisata Embun atau kembali ke hotel. Dan perjalan wisata kita kurang lengkap jika belum mencoba menikmati keindahan Danau Maninjau dari udara dengan Terbang Tandem mengunakan Paralayang bersama penerbang-penerbang lokal yang handal dan terlatih.
Bila anda masih punya waktu untuk berada di Puncak Lawang, jangan lupa membeli dan mencicipi manisnya Saka Lawang. Lelah dalam perjalanan tak ada salahnya untuk rehat sejenak. Untuk menghilangkan rasa dahaga anda bisa peroleh dari batang tebu, sebab hampir keseluruhan daerah ini dipenuhi Batang Tebu yang sengaja ditanam sebagai mata pencaharian masyarakat Puncak Lawang.
Melalui proses tradisional tebu ini diolah menjadi gula tebu (saka) yang digunakan sebagai bahan pemanis untuk masakan, terutama kue. Saka Lawang cukup populer ditengah-tengah masyarakat Minang.
Jika kita ingin berwisata menikmati Danau Maninjau atau ingin menikmati Panorama Embun Pagi dan Embun Tanai serta keindahan Puncak Lawang jangan lupa singah dulu di Pasar Matur, guna membeli Kacang Matur, kacang rendang yang gurih untuk menemani perjalanan wisata anda nantinya.
Tak jauh dari Puncak Lawang, anda juga bisa menikmati panorama yang indah dari Embun Pagi. Disini, sesuai dengan namanya, suasananya selalu bagaikan kita berada di pagi hari. Sejuk dan nyaman.
Objek wisata Embun Pagi, terletak tidak seberapa jauh dari objek wisata danau Maninjau dan juga berada pada ketinggian sekitar ± 1.000 M dari permukaan laut, dan memberikan kebebasan pada Anda untuk melayangkan pandangan menikmati keindahan alam sekitarnya. Dari sini, Anda juga bisa meninkmati pesona yang dipancarkan oleh objek wisata Danau Maninjau.
Maninjau berasal dari kata tinjau, semula ada rombongan hanya ingin meninjau saja, ternyata jadi menetap (Nagari Maninjau), berlanjut dengan melakukan kegiatan keingin tahuan lebih mendalam dengan cara menyigi seperti nama kampung Sigiran. Sewaktu menyigi itu banyak dijumpai pohon Bayua jadilah sekarang Nagari Bayua. Sebagai bukti dari alam takambang dijadikan guru.
Menurut legenda/cerita lama asal Maninjau ini, berkembang dari legenda Bujang Sembilan, dimana dari keluarga terdiri dari 10 orang, 9 orang laki-laki (bujang) dan seorang perempuan bernama Sani, keelokkan paras dan kucindannya (perilaku) menjadi daya pikat tersendiri olrh pemuda bernama Sigiran yang kemudian menjalin asmara.
Datanglah tuduhan dari Bujang bahwa selama menjalin asmara telah terjadi perbuatan amoral. Tuduhan itu dibuktikan oleh kedua insan dengan cara melompat terjun kekawah gunung Tinjau sebagai sumpah atas pembuktian, manakala terbukti, maka gunung Tinjau akan meletus dan menenggelamkan kampung itu, sebagaimana Danau maninjau sekarang yang masih ada kawah. Sedangkan Bujang Sembilan dikutuk menjadi ikan, konon masih hidup hingga kini.
Berbagai fasilitas pendukung juga tersedia di Maninjau, salah satunya Hotel Maninjau Indah. Atraksi kesenian dapat anda nikmati, seperti pantun dan lagu Kim Rajo bintang selaku pionir yang telah berjasa mengembangkan wisata lainnya sperti hotel, home stay dan cafe serta makanan spesifik danau yang bisa anda cicipi seperti : rinuak, bada hitam, ikan bakar, pensi yang mempunyai cita rasa yang spesifik.
Karena kemilaunya yang menggoda, tak heran pesonanya dilukiskan pula dalam pantun :
Jika makan sirih, makanlah dengan pinang yang hijau. Jika ke Ranah Minang, jangan lupa berkunjung ke Maninjau
Dari Embun pagi ini, bila anda turun menuju Danau Maninjau dengan kendaraan pribadi atau bus umum, maka anda akan melewati kawasan Kelok Ampek Puluah Ampek. Menjelang sampai di bawah, anda akan menjumpai aneka macam souvenir seperti topi dari anyaman pandan, tas kampia, koleksi kalung, gelang dari tulang serta tanaman menjalar buah labu yang berkhasiat obat sekaligus dapat dijadikan penganan.
Kawasan ini diberi nama Kelok Ampek Puluah Ampek, dalam bahasa Indonesianya tikungan 44, karena memang menjelang kita sampai di Danau Maninjau, kita akan melalui tikungan tajam sebanyak 44 kali. Pada tiap tikungan yang tajam itu, selalu diberi tanda sudah berapa tikungan yang kita lewati, dan semua tikungan itu berjumlah 44 buah.
Begitu anda sampai di bawah, maka anda akan disambut sebuah simpang tiga. Bila belok ke kiri, maka anda bisa pergi berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka di Sungai Batang, tepatnya di Kampung Muaro Pauh. Di sebuah rumah sederhana 1908 atau 1325 Hijriah itulah Hamka dilahirkan. Sekarang bangunan bersejarah itu telah ditempatkan sebagai museum rumah kelahiran Buya Hamka. Bila belok ke kanan, anda bisa menuju Lubuk Basung, ibukota kabupaten Agam.
Berkunjung ke rumah kelahiran Buya Hamka merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan dengan kebesaran dan nama besar Buya yang umbuh menjadi ulama besar, sastrawan dan tokoh pemimpin umat. Berkat kepiawaiannya itulah Hamka dianugerahkan gelar Prof. Dr. Hamka.
Buya Hamka tidak saja di kenal di Indonesia tapi juga di kagumi melebihi batas atanah air. Di Malaysia, disertai gelar Doktor mengenai Hamka cukup banyak. Tak heran banyak warga Malaysia yang berkunjung ke museum rumah kelahirannya.
Ketauladanan, keteguhan dan kegigihan dalam mempertahankan prinsip serta rasa toleransi dapat dilihat dalam kehidupan Buya Hamka. Buya juga seorang pujangga, filosofis dan penulis besar. Tenggelamnya Kapal Vander Wijck merupakan salah satu bukunya yang terkenal. Dia juga pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia. Hal itu tak lepas berkat tempaan dan pendidikan yang ditanamkan ayahnya Syekh Abdul Karim Amarullah.
Sebelum sampai di Rumah kelahiran Buya Hamka, Anda akan melewati perkampungan syiar agama yang lebih dikenal dengan sebutan Jorong Binaan Islami Qoriah Tarbiyah.
Ya, Maninjau memang dikenal banyak melahirkan tokoh nasional dan internasional dibidang agama, politik, ekonomi pendidikan. Tidak saja Buya Hamka, tetapi juga AR. Mansur, Moh. Natsir, Rasuna Said, Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa (mantan Gubernur Sumbar), mantan Menko Kesra Bachtiar Chamsyah dan sebagainya.
Bila anda memilih belok kanan begitu sampai di Maninjau dari Kelok Ampek Puluah Ampek menuju Lubuk Basung, maka setelah anda melewati PLTA Maninjau, disebelah kanan jalan, tepatnya dipinggir jalan menuju Muko-Muko, anda akan menemui sebuah kolam berukuran sekitar kurang lebih 1.5 x 2.5 M. Kolam ini cukup unik, dan sulit dicerna dengan akal sehat. Sebab di dalam kolam ini terdapat air yang cukup aneh. Air ini memiliki 3 rasa yang saling kontradiksi, yaitu manis, asam, dan pahit. Tempat ini dikenal dengan nama Air Tigo Raso (Air dengan tiga rasa berbeda).
Aneh tapi nyata, begitu kesan pertama yang muncul ketika Anda pertama kali mendatangi objek wisata ini.
Kolam air Tigo Raso yang terletak di Kota Malintang ini, diyakini oleh masyarakat setempat memiliki kekuatan gaib. Masyarakat mempercayai bahwa airnya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Dan yang utama, air ini diyakini bisa membuat Anda awet muda. Bila anda mempunyai keinginan untuk tetap awet muda, tidak ada salahnya untuk mencoba !
Banyak lagi objek wisata yang bisa anda kunjungi di Agam ini. Karena tempat terbatas, lain kali akan kami sajikan objek wisata lainnya. ***




>
Read More......